Beranda Pendidikan Mahasiswa KKN UPGRIS Petakan Kendala UMKM Pabrik Tahu di Kabupaten Semarang

Mahasiswa KKN UPGRIS Petakan Kendala UMKM Pabrik Tahu di Kabupaten Semarang

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan program kerja bidang kewirausahaan selama mahasiswa menjalankan pengabdian di desa tersebut.

Mahasiswa KKN UPGRIS ketika melakukan survei pabrik tahu milik Suwarto
Mahasiswa KKN UPGRIS ketika melakukan survei pabrik tahu milik Suwarto (Foto:ist)

KAB SEMARANG, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 5 mulai memetakan potensi dan kendala pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Randugunting, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

Pemetaan dilakukan melalui survei ke UMKM Pabrik Tahu milik Suwarto pada 7 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan program kerja bidang kewirausahaan selama mahasiswa menjalankan pengabdian di desa tersebut.

Dalam survei itu, mahasiswa mengamati secara langsung proses produksi tahu, mulai dari pengolahan kedelai, pencetakan, hingga pengemasan. Mahasiswa juga melakukan wawancara untuk mengetahui kondisi bahan baku, proses produksi, pemasaran, hingga berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha.

Suwarto menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengatakan, usaha tahu yang dijalankannya telah berlangsung cukup lama, tetapi masih menghadapi sejumlah persoalan, terutama terkait harga bahan baku dan pemasaran.

“Usaha tahu ini sudah berjalan cukup lama, tapi kendalanya masih seputar harga kedelai yang naik turun dan pemasaran yang masih terbatas di sekitar desa saja. Kami senang ada mahasiswa yang mau turun langsung melihat kondisi usaha kami,” ujarnya.

Selain melakukan observasi, mahasiswa turut mencatat sejumlah data, seperti produksi harian, jumlah tenaga kerja, serta pola pemasaran yang selama ini digunakan.

Data tersebut nantinya menjadi bahan bagi mahasiswa untuk menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan UMKM. Beberapa program yang dipertimbangkan antara lain pendampingan pengemasan produk dan pengembangan strategi pemasaran agar jangkauan pasar lebih luas.

Koordinator penanggung jawab program kerja bidang kewirausahaan, Ahmad Agung Khikmatulloh, mengatakan survei dilakukan untuk mengetahui kondisi riil UMKM sebelum program kerja diterapkan.

“Kami ingin memastikan program kerja yang kami rancang nanti benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kendala yang dialami pelaku UMKM, bukan sekadar program yang seremonial. Karena itu survei awal seperti ini penting untuk dilakukan,” tuturnya.

Ia berharap hasil pemetaan tersebut dapat menjadi dasar pelaksanaan program kewirausahaan yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM Pabrik Tahu di Desa Randugunting.

Melalui pendampingan yang tepat, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 5 juga berharap UMKM setempat dapat mengembangkan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk, sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Randugunting.

Penulis : Tim Mahasiswa KKN

Editor : Jaka N

Exit mobile version