
SEMARANG, Jatengnews.id – Beragam daun dan bunga yang tumbuh di sekitar rumah ternyata dapat diolah menjadi produk kreatif bernilai guna.
Potensi tersebut dimanfaatkan Tim KKN-T 99 Universitas Diponegoro (Undip) melalui program “Kreasi Ecoprinting dari Bahan Alami Sekitar Rumah” di Kelurahan Sumurrejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
Kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut digelar pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 09.00 WIB di Balai Kelurahan Sumurrejo. Sebanyak 36 peserta yang terdiri dari anggota KTT Rejeki Lumintu dan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) mengikuti kegiatan dengan pendampingan 30 mahasiswa KKN-T 99 Undip.
Ecoprint merupakan teknik memindahkan bentuk dan pigmen alami dari tumbuhan ke permukaan kain. Teknik tersebut menghasilkan motif yang unik karena setiap daun dan bunga memiliki bentuk, tekstur, serta karakter warna yang berbeda.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T 99 Undip ingin mengenalkan kepada masyarakat bahwa tanaman yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar rumah dapat dimanfaatkan menjadi bahan alami untuk menghasilkan produk kreatif.
Lurah Sumurrejo, Dwi Asih Sunarmiati, S.H., menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, ecoprint menjadi salah satu keterampilan yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Kegiatan ecoprint ini sangat baik karena memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar kita. Harapannya, keterampilan yang diperoleh masyarakat dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan pemberian materi mengenai pembuatan yogurt dengan memanfaatkan madu sebagai pemanis alami dan daun telang. Setelah itu, peserta mendapatkan pemaparan mengenai teknik ecoprint, mulai dari pengertian, bahan yang diperlukan, jenis daun dan bunga yang dapat digunakan hingga metode pounding.
Metode pounding dipilih karena relatif sederhana dan dapat dilakukan secara manual. Dalam teknik ini, daun maupun bunga disusun di atas kain sesuai dengan motif yang diinginkan. Selanjutnya, bahan tumbuhan tersebut dipukul secara perlahan hingga pigmen dan bentuk alaminya berpindah ke permukaan kain.
Mahasiswa kemudian memberikan demonstrasi secara langsung agar peserta dapat memahami setiap tahapan pembuatan ecoprint sebelum melakukan praktik secara mandiri.
Penggunaan teknik manual tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung penerapan prinsip keberlanjutan. Proses pounding tidak membutuhkan mesin atau peralatan berenergi tinggi sehingga kegiatan pembuatan ecoprint dapat dilakukan dengan peralatan sederhana.
Setelah demonstrasi, peserta langsung mengikuti praktik pembuatan ecoprint. Mahasiswa menyediakan kain dan sejumlah bahan tanaman, sementara peserta juga diperbolehkan membawa daun maupun bunga dari lingkungan sekitar rumah masing-masing.
Ketua KTT Rejeki Lumintu, Nurdin, mengapresiasi pelatihan yang diberikan mahasiswa KKN-T 99 Undip.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat. Semoga setelah pelatihan ini, ecoprint dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna,” katanya.
Dari praktik tersebut, peserta berhasil menghasilkan totebag dengan motif alami dari berbagai jenis daun dan bunga. Setiap totebag memiliki pola yang berbeda karena dipengaruhi oleh jenis, bentuk, susunan, dan karakteristik tanaman yang digunakan.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, baik saat mengikuti penyampaian materi maupun ketika mempraktikkan teknik pounding. Praktik secara langsung dinilai membantu peserta memahami proses ecoprint sekaligus memberikan pengalaman dalam mengolah bahan alami menjadi produk yang dapat digunakan sehari-hari.
Tim KKN-T 99 Undip berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pelatihan semata. Keberlanjutan program akan dikoordinasikan bersama kelompok sasaran, khususnya anggota KTT Rejeki Lumintu dan ibu-ibu KWT.
Pengembangan selanjutnya diarahkan pada penyempurnaan teknik pembuatan serta diversifikasi produk ecoprint. Dengan demikian, hasil ecoprint diharapkan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi bagi masyarakat.
Program “Kreasi Ecoprinting dari Bahan Alami Sekitar Rumah” sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, melalui pemanfaatan bahan alami yang tersedia di lingkungan masyarakat.
Bagi Tim KKN-T 99 Undip, kegiatan tersebut menjadi pengalaman dalam mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan melalui pemberdayaan masyarakat. Sementara bagi warga Kelurahan Sumurrejo, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk terus mengeksplorasi potensi bahan alami di sekitar rumah dan mengembangkan ecoprint sebagai kegiatan kreatif yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi