
SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperluas akses pendidikan tinggi bagi santri melalui Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026. Sebanyak 73 penerima mendapat dukungan pendidikan, termasuk untuk melanjutkan studi ke luar negeri.
Program yang menjadi bagian dari Pesantren Obah tersebut memberikan total hibah beasiswa sebesar Rp8,34 miliar. Penerima terdiri atas santri dan pengasuh pesantren untuk jenjang S1, S2, maupun S3.
Dari 73 penerima, sebanyak 15 orang mendapatkan beasiswa luar negeri, 27 santri menerima beasiswa perguruan tinggi dalam negeri, dan 31 pengasuh pesantren memperoleh beasiswa dalam negeri.
Untuk penerima luar negeri, tiga santri melanjutkan studi bidang sains dan teknologi (saintek) ke China, delapan santri ke Mesir, tiga santri ke Al-Ahqof Yaman, serta satu santri mengikuti program double degree.
Salah satu penerima beasiswa, Akhmad Khafidz Al Mubarok, mendapat kesempatan kuliah S1 Computer Science and Technology di Dalian University of Technology, China.
Ia mengaku bahagia karena beasiswa tersebut tidak hanya membantu mewujudkan cita-citanya, tetapi juga meringankan beban ekonomi orang tuanya.
“Sangat bahagia karena bisa membantu perekonomian orang tua. Pilih jurusan Computer Science and Technology karena dari kecil sudah minat dan ingin mendalaminya di salah satu pusat teknologi yaitu China,” ujarnya.
Sementara itu, penerima lainnya, Aqila Keisha Haulina asal Kudus, memanfaatkan beasiswa untuk menempuh pendidikan Kedokteran Gigi di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Lulusan MTs Tahfidz Yanbu’ul Qur’an 2 Muria dan MA Mu’allimat NU Kudus itu sebelumnya menghadapi kendala biaya kuliah. Setelah melalui seleksi administrasi, membaca kitab, hafalan Al-Qur’an, wawasan kebangsaan, dan wawasan pesantren, Aqila dinyatakan lolos.
“Saya berharap bisa menjadi dokter gigi yang adil, yang sungguh-sungguh, dan tidak melupakan ajaran agama yang sudah saya bawa sebelumnya dengan tetap menerapkan sisi kemanusiaan,” katanya saat Penyerahan dan Pembekalan Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026 di Gedung Merah Putih Semarang, Rabu (12/8/2026).
Aqila berharap program beasiswa santri Jateng dapat terus diperluas, baik dari sisi jurusan maupun kuota penerima. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia berencana mengabdikan ilmunya di Pondok Pesantren El Fat El Islami Kudus.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan program beasiswa tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas SDM santri agar mampu berkiprah di berbagai bidang.
Menurutnya, santri memiliki bekal keagamaan sekaligus nilai toleransi yang menjadi modal penting untuk terjun ke berbagai sektor kehidupan.
“Saya ngasih beasiswa ke kelompok mahasiswa itu biasa, tetapi santri ini luar biasa karena mempunyai nilai lebih dari yang bukan santri,” kata Luthfi.
Luthfi menegaskan program tersebut harus terus dikembangkan dan melibatkan pemerintah kabupaten/kota agar pemberdayaan pesantren di Jawa Tengah semakin luas.
“Program ini harus dijadikan role model, sehingga tidak hanya provinsi yang bergerak, tetapi kabupaten/kota nanti kita ikut sertakan, sehingga pemberdayaan pesantren ini bisa menyeluruh,” ujarnya.
Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026 disalurkan melalui Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP). Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Jateng juga menandatangani kesepahaman bersama dengan 24 Ma’had Aly atau pendidikan tinggi yang berada di lingkungan pesantren.
Penulis : Jaka N
Editor : Shodiqin