
SEMARANG, Jatengnews.id – Kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini. Hal tersebut dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IDBU 26 Universitas Diponegoro (Undip) melalui edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik kepada siswa sekolah dasar.
Program sosial kemasyarakatan bertajuk “Yuk Belajar Pilah Sampah! Edukasi Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik” digelar di kelas 2B SD Negeri 2 Kalongan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Kegiatan tersebut didampingi wali kelas 2B, Devita, dengan Annisa Alfiyatunni’mah, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip, sebagai edukator.
Edukasi dikemas dengan metode yang menyenangkan dan interaktif agar mudah dipahami siswa. Materi disampaikan melalui pemutaran video, kuis “Sampah Apa Aku?”, hingga praktik langsung memilah sampah berdasarkan jenisnya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa dikenalkan dengan sampah organik, seperti sisa makanan dan daun kering. Sementara itu, sampah anorganik yang diperkenalkan antara lain plastik, logam, dan kaca.
Setelah mendapatkan penjelasan, siswa diajak menyaksikan video mengenai perjalanan sampah serta pentingnya melakukan pemilahan sejak dari sumbernya. Suasana pembelajaran semakin interaktif ketika siswa mengikuti kuis untuk menentukan apakah suatu jenis sampah termasuk organik atau anorganik.
Tidak berhenti pada teori, siswa juga diajak melakukan praktik secara langsung. Mereka mengambil contoh sampah yang telah disiapkan, kemudian memasukkannya ke tempat sampah sesuai jenisnya.
Sampah organik dimasukkan ke tempat sampah berwarna hijau, sedangkan sampah anorganik ditempatkan pada tempat sampah berwarna biru.
Kepala SD Negeri 2 Kalongan, Siti Aidah, S.Pd.SD., menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi pemilahan sampah sejak usia sekolah dapat membantu membangun kebiasaan menjaga kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kegiatan ini sangat baik untuk mengenalkan kepada anak-anak pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak dini. Penyampaian materi yang disertai permainan dan praktik membuat anak-anak lebih antusias dan mudah memahami cara memilah sampah. Harapannya, kebiasaan tersebut dapat diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah,” ujarnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKNT IDBU 26, Lintang Dian Saraswati, S.K.M., M.Epid., Ph.D., mengatakan edukasi tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung.
“Kami ingin mengenalkan pemilahan sampah dengan cara yang sederhana dan sesuai dengan usia anak. Melalui materi, video, kuis, dan praktik langsung, siswa tidak hanya mengetahui perbedaan sampah organik dan anorganik, tetapi juga mencoba menerapkannya,” jelasnya.
Lintang menambahkan, kepedulian terhadap lingkungan dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, apa yang dipelajari dalam kegiatan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Dari kebiasaan sederhana memilah sampah, anak-anak dapat mulai membangun kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya,” tambahnya.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKNT IDBU 26 Undip dalam memberikan edukasi lingkungan kepada generasi muda. Penggunaan video, permainan, kuis, dan praktik langsung membuat siswa tidak sekadar mendengarkan materi, tetapi turut terlibat dalam proses pembelajaran.
Edukasi pemilahan sampah juga diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan di dalam kelas. Kemampuan mengenali, memilah, dan membuang sampah sesuai jenisnya perlu terus dibiasakan agar menjadi bagian dari perilaku sehari-hari.
Melalui program “Yuk Belajar Pilah Sampah!”, mahasiswa KKNT IDBU 26 Undip mengajak siswa memulai kepedulian lingkungan dari langkah sederhana. Kebiasaan kecil yang ditanamkan sejak dini diharapkan dapat berkembang menjadi budaya positif di sekolah, keluarga, hingga masyarakat.
Dengan demikian, edukasi tersebut bukan hanya mengajarkan cara membedakan sampah, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang lebih sadar terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi