
BATANG, Jatengnews.id — Website Desa Dringo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, kini kembali aktif setelah sebelumnya jarang diperbarui selama bertahun-tahun.
Pengaktifan kembali tersebut menjadi bagian dari program unggulan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melalui pembangunan pusat informasi digital desa.
Program yang berlangsung selama satu bulan, 13 Juli hingga 13 Agustus 2026, menyasar perangkat Desa Dringo, khususnya Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan yang bertanggung jawab dalam pengelolaan website desa.
Inisiatif tersebut diawali dengan sowan kepada M. Susanto selaku Kaur Perencanaan sekaligus pengelola website Desa Dringo. Dari proses awal tersebut, mahasiswa KKN menemukan bahwa Desa Dringo sebenarnya telah memiliki website, namun pemanfaatannya belum optimal karena minim pembaruan informasi.
Padahal, Desa Dringo memiliki beragam potensi yang penting untuk diketahui masyarakat. Potensi tersebut meliputi UMKM lokal seperti bakery, usaha keripik, telur ayam, nasi megono, hingga bengkel. Di sektor pertanian, desa juga memiliki komoditas padi dan jagung yang didukung sistem irigasi memadai.
Selain itu, aktivitas pendidikan dan sosial masyarakat juga cukup beragam, mulai dari PAUD, TK, SD, TPQ, posyandu hingga kegiatan tahlilan yang rutin dilaksanakan warga.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya berupaya menghidupkan kembali website desa dengan mengisi konten, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan pengarsipan informasi desa secara digital.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa KKN bersama tim penyusun membuat buku berjudul “Panduan Pengelolaan Website Desa dan Pemanfaatan AI dalam Penulisan Konten Berita”.
Buku tersebut menjadi panduan praktis bagi pengelola website agar mampu menyusun dan memperbarui konten secara mandiri. Salah satu materi yang diperkenalkan adalah pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu proses penulisan berita desa.
Dalam sosialisasi secara 1-on-1 yang digelar pada 10 Agustus 2026 di kediaman M. Susanto, mahasiswa KKN menjelaskan alur pemanfaatan AI mulai dari menyusun poin 5W+1H, membuat draf awal berita, hingga melakukan penyuntingan gaya bahasa.
Tidak hanya itu, pengelola website juga mendapatkan rekomendasi jadwal pembaruan konten, contoh perbandingan redaksi sebelum dan sesudah penyuntingan, keunggulan serta kelemahan penggunaan AI, hingga pengenalan berbagai produk AI beserta fungsinya.
Pendekatan tersebut dirancang agar teknologi tidak menggantikan peran pengelola website, melainkan menjadi alat bantu untuk mempercepat dan mempermudah proses produksi informasi. Tahap penyuntingan tetap dilakukan oleh pengelola untuk memastikan informasi yang dipublikasikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan desa.
“Saya merasa terbantu. Menulis berita desa kini lebih mudah dengan dukungan AI,” ujar M. Susanto, Kaur Perencanaan Desa Dringo.
Sementara itu, Kepala Desa Dringo Sutrisno menyambut baik inisiatif yang dilakukan mahasiswa KKN Undip. Menurutnya, keberadaan website desa memiliki peran penting sebagai sarana penyampaian informasi kepada masyarakat.
“Kami menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN Undip. Website desa makin menjadi sarana penting bagi warga untuk memperoleh informasi desa secara terbuka,” kata Sutrisno.
Program tersebut juga memberikan pemahaman baru kepada pengelola website bahwa AI dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk mendukung produksi konten berita secara lebih efektif.
Bagi mahasiswa KKN, keberadaan website desa yang tidak aktif sebelumnya menjadi persoalan tersendiri. Ketika website dibiarkan kosong dan tidak diperbarui, masyarakat menjadi lebih sulit memperoleh informasi resmi mengenai kegiatan, program, maupun potensi desa.
Di sisi lain, dokumentasi kegiatan desa yang masih bergantung pada arsip fisik juga memiliki risiko hilang atau rusak. Karena itu, digitalisasi informasi dipandang sebagai salah satu langkah untuk menjaga dokumentasi sekaligus memperluas akses publik terhadap informasi desa.
Program pusat informasi digital ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Kuat.
Secara lebih spesifik, program tersebut berkaitan dengan target 16.6, yakni mengembangkan institusi yang efektif, akuntabel, dan transparan di semua tingkatan, serta target 16.10 mengenai memastikan akses publik terhadap informasi dan perlindungan kebebasan fundamental sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kesepakatan internasional.
Dengan latar belakang Statistika, mahasiswa KKN tidak hanya menyusun panduan teknis pengelolaan website, tetapi juga memastikan pengelola mampu menggunakan setidaknya satu produk AI dalam proses penulisan konten berita.
Pendekatan berbasis teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi nilai tambah dalam memperkuat transparansi informasi publik sekaligus mendorong kemandirian Desa Dringo dalam mengelola media informasi digitalnya.
Ke depan, website Desa Dringo diharapkan tidak kembali berhenti setelah program KKN berakhir. Dengan bekal buku panduan dan praktik yang telah diberikan, pengelola desa memiliki dasar untuk terus memperbarui informasi secara mandiri.
Website desa pun diharapkan berkembang menjadi wajah digital Desa Dringo yang hidup, informatif, transparan, sekaligus mampu mendokumentasikan berbagai potensi dan aktivitas masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi