SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Kota Semarang memilih metode patching atau penambalan untuk memperbaiki lintasan atletik Tri Lomba Juang (TLJ), alih-alih mengganti seluruh lintasan.
Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, Ferry Kuntoaji, mengatakan metode tersebut dipilih dengan mempertimbangkan fungsi, biaya, dan waktu pengerjaan. Kerusakan lintasan dinilai hanya terjadi pada bagian tertentu.
“Jadi metode patching itu kita pilih karena apa? Satu berdasarkan fungsi ya. Fungsinya apa? Fungsinya untuk orang berolahraga gitu,” kata Ferry kepada Jatengnews.id, Kamis (13/8/2026).
Ia mengibaratkan perbaikan tersebut seperti menambal ban kendaraan yang bocor, sehingga tidak perlu mengganti seluruh bagian.
“Sing ditambal kan bocorane bukan beli ban baru. Kan hanya sama halnya seperti itu,” ujarnya.
Ferry mengakui hasil penambalan membuat perbedaan antara lintasan lama dan bagian yang diperbaiki terlihat jelas. Namun, metode tersebut dinilai lebih efektif dari sisi manfaat dan anggaran.
Selain itu, Ferry meluruskan informasi mengenai anggaran perbaikan TLJ yang disebut mencapai Rp10 miliar. Menurutnya, total anggaran pekerjaan yang ditanganinya sekitar Rp3,3 miliar, dengan anggaran lintasan atletik sekitar Rp1 miliar.
“Anggarannya kalau lintasan itu satu Rp 1 miliar saya ingat saya,” kata Ferry.
“Anggaran keseluruhannya 3,3 miliar,” lanjutnya.
Sementara itu, pekerjaan perbaikan lapangan tenis disebut memiliki anggaran sekitar Rp1,5 miliar. Data pengadaan juga mencatat paket rehabilitasi GOR Tri Lomba Juang untuk perbaikan lintasan atletik dan pelapisan ulang lapangan tenis senilai Rp2,5 miliar.
Ferry menegaskan proses pengadaan bukan kewenangan Distaru dan meminta persoalan mekanisme pengadaan ditanyakan kepada pihak yang menangani.
“Jadi lebih baik kalau menanyakan masalah proses pelelangan dengan BPBJ (Bagian/Biro Pengadaan Barang dan Jasa) ya, kami itu hanya melaksanakan,” katanya.
Saat ini, perbaikan TLJ masih berlangsung dengan progres pekerjaan lapangan sekitar 80 persen. Pemerintah menargetkan lintasan atletik kembali dibuka untuk masyarakat pada akhir Agustus 2026.
“Jadi setelah ini di akhir Agustus ini harapannya itu sudah bisa dibuka kembali untuk masyarakat bisa berolahraga,” pungkasnya.
Penulis : M Kamal
Editor : Jaka N
