Beranda Daerah Kemiskinan Jateng Turun Jadi 9,21 Persen, Gubernur Luthfi Tekankan Pembangunan Harus Terasa...

Kemiskinan Jateng Turun Jadi 9,21 Persen, Gubernur Luthfi Tekankan Pembangunan Harus Terasa bagi Rakyat

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, berbagai capaian pembangunan tersebut tidak boleh berhenti pada angka statistik.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen ketika Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Tengah dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Berlian, Kota Semarang, Jumat (14/8/2026).
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen ketika Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Tengah dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Berlian, Kota Semarang, Jumat (14/8/2026).(Foto:ist)

SEMARANG, Jatengnews.id – Penurunan angka kemiskinan hingga pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah menjadi salah satu modal pemerintah provinsi untuk terus memperkuat pembangunan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, berbagai capaian pembangunan tersebut tidak boleh berhenti pada angka statistik. Pemerintah harus memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

Hal itu disampaikan Luthfi seusai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Tengah dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Berlian, Kota Semarang, Jumat (14/8/2026).

“Kita telah mendengarkan pidato Pak Presiden. Intinya, kita harus bekerja keras untuk rakyat. Artinya, kita harus selalu mendengarkan apa yang dirasakan oleh masyarakat kita,” kata Luthfi didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin.

Luthfi menyebut, tingkat kemiskinan Jawa Tengah pada Maret 2026 turun menjadi 9,21 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Maret 2025 yang berada di level 9,48 persen.

Pemprov Jateng, lanjutnya, juga memberikan perhatian khusus kepada sekitar 3,9 juta masyarakat yang masuk kelompok desil 1 hingga 4.

Tak hanya kemiskinan, kinerja ekonomi Jawa Tengah juga menunjukkan pertumbuhan positif. Pada triwulan II 2026, ekonomi Jateng tumbuh 5,71 persen secara year on year (yoy), sedangkan secara kumulatif Semester I 2026 mencapai 5,80 persen secara c-to-c.

Pertumbuhan tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Kondisi itu menjadi salah satu alasan Pemprov Jateng tetap optimistis menghadapi keterbatasan fiskal dan ketidakpastian geopolitik.

Sementara dari sisi investasi, Jawa Tengah mencatat realisasi sekitar Rp110 triliun sepanjang 2025. Investasi tersebut mampu menyerap sekitar 257 ribu tenaga kerja.

Hingga Semester I 2026, realisasi investasi telah mencapai sekitar Rp48,54 triliun dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 200 ribu orang.

Luthfi menegaskan, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menilai keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari capaian angka.

“Itu semua adalah untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dalam pidato kenegaraan, Presiden Prabowo turut memaparkan sejumlah capaian nasional, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan infrastruktur, pendidikan, perlindungan sosial hingga penguatan swasembada pangan.

Presiden juga menekankan pentingnya kemandirian pangan agar Indonesia tidak bergantung pada pasokan dari luar negeri. Saat ini, Indonesia disebut telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan strategis, yakni beras, jagung, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Menurut Luthfi, arah pembangunan nasional tersebut harus diperkuat melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPRD.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah pun diharapkan menjadi dorongan untuk meningkatkan berbagai capaian pembangunan dan memastikan manfaatnya sampai kepada masyarakat.

Penulis : Jaka N

Editor : Shodiqin

Exit mobile version