Beranda Daerah Tim II KKN Undip Dorong Pengembangan UMKM Desa Kreyo melalui Pendampingan Multidisiplin

Tim II KKN Undip Dorong Pengembangan UMKM Desa Kreyo melalui Pendampingan Multidisiplin

Beragam materi pendampingan juga disusun dalam bentuk media yang mudah diakses dan digunakan kembali oleh pelaku UMKM.

Tim II KKN Universitas Diponegoro menghadirkan sejumlah program pendampingan yang mengangkat tema Optimalisasi Potensi UMKM Unggulan Desa: Sinergi Multidisiplin Ilmu Demi Ketahanan Ekonomi. (Foto : Dok KKN)
Tim II KKN Universitas Diponegoro menghadirkan sejumlah program pendampingan yang mengangkat tema Optimalisasi Potensi UMKM Unggulan Desa: Sinergi Multidisiplin Ilmu Demi Ketahanan Ekonomi. (Foto : Dok KKN)

BATANG, Jatengnews.id – Potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Kreyo terus mendapat perhatian dari Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip).

Melalui berbagai program pendampingan berbasis multidisiplin ilmu, mahasiswa berupaya memperkuat kapasitas pelaku UMKM sekaligus membuka peluang pengembangan pasar.

Desa Kreyo memiliki sejumlah UMKM yang berpotensi menopang perekonomian masyarakat, di antaranya usaha rengginang milik Bu Kalimah dan kue lampit milik Bu Nur. Potensi tersebut menjadi dasar pelaksanaan program bertema “Optimalisasi Potensi UMKM Unggulan Desa: Sinergi Multidisiplin Ilmu Demi Ketahanan Ekonomi.”

Program pendampingan dilaksanakan secara langsung dengan mengunjungi pelaku UMKM dari rumah ke rumah. Cara tersebut dipilih agar pelaku usaha dapat mengikuti kegiatan dengan lebih mudah tanpa harus meninggalkan aktivitas produksi.

Beragam materi pendampingan juga disusun dalam bentuk media yang mudah diakses dan digunakan kembali oleh pelaku UMKM.

Salah satu program yang dilakukan adalah penguatan strategi pemasaran melalui penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Razola Hanindita, membuat brosur digital dua bahasa untuk membantu pelaku UMKM memperkenalkan produk secara lebih luas.

Penggunaan bahasa Inggris diharapkan dapat membuka peluang promosi kepada konsumen dari luar daerah hingga pasar internasional. Brosur digital tersebut sekaligus menjadi sarana informasi produk yang dapat dibagikan dengan lebih mudah melalui berbagai platform.

Persoalan penentuan harga jual juga menjadi perhatian dalam pendampingan. Sebagian pelaku UMKM masih menentukan harga berdasarkan perkiraan sehingga belum memiliki gambaran yang jelas mengenai biaya produksi dan keuntungan.

Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Diaz Adi Bagaskoro, memberikan pendampingan mengenai perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Perhitungan dilakukan berdasarkan biaya yang dikeluarkan selama proses produksi dan kemudian digunakan sebagai dasar dalam menentukan harga jual dengan mempertimbangkan margin keuntungan.

Melalui program tersebut, pelaku UMKM memperoleh daftar harga jual yang telah disesuaikan dengan HPP sehingga penetapan harga dapat dilakukan secara lebih sistematis.

Aspek legalitas juga menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM. Mahasiswa Fakultas Hukum, Intan Putri Utami, memberikan edukasi mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI), khususnya perlindungan terhadap merek dagang.

Pelaku UMKM diperkenalkan dengan manfaat pendaftaran merek serta pentingnya memiliki perlindungan hukum terhadap identitas usaha. Untuk memudahkan pemahaman, pendampingan dilengkapi infografis mengenai alur pendaftaran merek melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Kemampuan bernegosiasi turut diperkenalkan sebagai salah satu keterampilan penting dalam menjalankan usaha. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Muhammad Rafie Aditya, memberikan materi mengenai teknik negosiasi dengan menggunakan contoh situasi yang dekat dengan aktivitas sehari-hari pelaku UMKM.

Sebagai luaran, mahasiswa menyediakan lembar saku berisi strategi negosiasi yang dapat digunakan sebagai panduan sederhana ketika pelaku usaha berhadapan dengan konsumen, pemasok, maupun pihak lain.

Kualitas produk tidak hanya ditentukan oleh rasa dan tampilan, tetapi juga kebersihan selama proses produksi. Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Najwa Syafira Arjanti, memberikan edukasi mengenai higienitas produksi yang mencakup kebersihan pekerja, peralatan, proses pengolahan, pengemasan hingga penyajian.

Materi tersebut kemudian dirangkum dalam buku panduan higienitas produksi. Panduan ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM membangun kebiasaan produksi yang lebih bersih dan menjaga kualitas produk secara konsisten.

Tim KKN juga melihat pentingnya informasi lokasi UMKM agar lebih mudah ditemukan masyarakat maupun calon konsumen. Sebaran UMKM di Desa Kreyo yang belum terdokumentasi secara optimal menjadi salah satu tantangan dalam memperkenalkan usaha lokal.

Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Karina Miranti Arsita Putri, melakukan pendataan lokasi UMKM sekaligus memperbarui database Google Maps. Informasi tersebut kemudian dikemas dalam infografis yang dilengkapi barcode sehingga dapat diakses secara digital.

Sementara itu, mahasiswa Fakultas Teknik, Dinda Ayu Saputri, membuat peta fisik yang memuat batas wilayah, tata guna lahan, serta lokasi UMKM yang telah terdata.

Perpaduan pemetaan digital dan fisik tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat maupun calon konsumen menemukan lokasi dan informasi UMKM di Desa Kreyo dengan lebih mudah.

Identitas merek menjadi faktor penting dalam membedakan suatu produk dari kompetitor. Karena itu, mahasiswa Fakultas Psikologi, Paquita Amanda Riyadi, memberikan edukasi mengenai branding dengan pendekatan psikologi konsumen.

Pelaku UMKM diperkenalkan pada cara membangun identitas merek yang mudah diingat dan sesuai dengan karakter produk. Materi pendampingan kemudian dirangkum dalam booklet branding UMKM yang dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha dalam mengembangkan identitas produknya.

Pencatatan keuangan menjadi bagian lain yang diperkuat melalui program pendampingan. Mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika, Rizky Pinaring Gusti Putiarum, memperkenalkan buku monitoring perkembangan UMKM.

Buku tersebut dapat digunakan untuk mencatat pemasukan, pengeluaran, laba, dan rugi secara berkala. Dengan pencatatan yang lebih teratur, pelaku UMKM diharapkan dapat mengevaluasi kondisi usahanya dan memiliki dasar yang lebih jelas dalam menentukan langkah pengembangan bisnis.

Pemanfaatan media sosial dan toko daring juga menjadi perhatian Tim II KKN Undip. Berdasarkan hasil observasi, masih terdapat pelaku UMKM yang belum memiliki akun media sosial maupun online shop untuk memasarkan produknya.

Mahasiswa Sekolah Vokasi, Bertin Annisa Nuri Safitri, membantu pelaku UMKM membuat akun media sosial dan toko daring. Pendampingan tidak hanya berhenti pada pembuatan akun, tetapi juga mengenalkan cara menampilkan produk serta berkomunikasi dengan konsumen melalui platform digital.

Ketua Tim II KKN Undip, Razola Hanindita, mengatakan berbagai program tersebut dilaksanakan untuk memberdayakan UMKM yang ada di Desa Kreyo sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami melaksanakan program kerja ini dengan tujuan untuk memberdayakan UMKM yang ada di Desa Kreyo, sesuai dengan SDGs 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dan SDGs 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Pendampingan oleh tim kami diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Desa Kreyo,” ujarnya.

Melalui rangkaian pendampingan tersebut, Tim II KKN Undip berharap pelaku UMKM Desa Kreyo mampu mengembangkan usahanya secara lebih mandiri, terarah, dan berkelanjutan.

Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam memperkuat potensi ekonomi lokal melalui kolaborasi berbagai disiplin ilmu, mulai dari pemasaran, ekonomi, hukum, kesehatan, teknologi, pemetaan, psikologi hingga literasi keuangan.


Penulis   : Tim Mahasiswa KKN

Editor     : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version