
Kendal, JatengNews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Posko 173 mengajak 20 anak Desa Sedayu, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, mengasah kreativitas melalui pelatihan pembuatan strap phone dari manik-manik di Posko KKN, Sabtu (08/08/26).
Kegiatan tersebut tidak hanya mengajarkan keterampilan membuat aksesori, tetapi juga menjadi sarana melatih kreativitas dan motorik anak melalui aktivitas merangkai manik-manik.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberi kebebasan memilih bentuk dan warna manik-manik sesuai dengan kreativitas masing-masing. Mahasiswa KKN kemudian mendampingi peserta dalam setiap tahapan, mulai dari memilih bahan hingga merangkai manik-manik menjadi strap phone yang dapat digunakan sebagai aksesori ponsel.
Sebelum mulai membuat karya, peserta mengikuti permainan spin untuk menentukan urutan pemilihan manik-manik. Peserta yang namanya muncul lebih dahulu mendapat kesempatan memilih bahan, kemudian dilanjutkan peserta berikutnya.
Setelah mendapatkan bahan, anak-anak mulai merangkai manik-manik secara mandiri dengan pendampingan mahasiswa KKN. Proses tersebut membuat peserta tidak hanya mengikuti instruksi, tetapi juga bebas menentukan kombinasi warna dan bentuk sesuai keinginan mereka.
Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif KKN MIT UIN Walisongo Posko 173, M. Nur Rizky Saputra, mengatakan pelatihan tersebut dirancang sebagai wadah untuk mengembangkan kreativitas sekaligus melatih kemampuan motorik anak.
“Tujuan dari diadakannya pelatihan ini adalah sebagai wadah untuk melatih kreativitas anak, di mana anak dapat menunjukkan kreativitasnya dengan cara memilih manik-manik sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Di sisi lain, kegiatan ini juga sebagai wadah untuk melatih motorik mereka melalui pembuatan strap phone tersebut,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat selama proses pembuatan berlangsung. Anak-anak tampak tertarik memilih berbagai jenis manik-manik dan mencoba merangkainya menjadi aksesori sesuai dengan ide masing-masing.
Salah satu peserta, Dina, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru karena ia dapat membuat sendiri aksesori untuk ponselnya dari awal hingga selesai.
“Kesan dari kegiatan yang aku ikuti tadi itu menarik banget karena bisa jadi gantungan di HP dan bisa tahu cara buatnya dari awal sampai selesai. Jadi kalau aku mau buat lagi nanti nggak perlu lihat tutorial lagi karena aku sudah tahu tahap-tahapnya,” ungkap Dina.
Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama. Para peserta menunjukkan strap phone hasil karya mereka masing-masing sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas yang telah dibuat selama pelatihan.
Melalui pelatihan tersebut, KKN MIT UIN Walisongo Posko 173 berharap anak-anak Desa Sedayu tidak hanya mendapatkan pengalaman membuat kerajinan, tetapi juga semakin percaya diri dalam menuangkan ide dan kreativitas melalui kegiatan sederhana yang menyenangkan.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 173
Editor: R. D. Pramesti