
BOYOLALI, Jatengnews.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan kemajuan Jawa Tengah tidak lepas dari kerja keras masyarakat. Hal itu disampaikan saat upacara Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah di Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali, Rabu (19/8/2026).
Dalam momentum HUT ke-81 Jateng tersebut, Luthfi memberikan penghargaan kepada petani, buruh, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan, pemuda, hingga penyandang disabilitas yang dinilai memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.
Menurut Luthfi, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Pembangunan juga berlangsung melalui aktivitas masyarakat di desa, sawah, pabrik, sekolah, pasar, fasilitas kesehatan, dan berbagai sektor usaha.
“Ini sudah 545 hari menemani Panjenengan sedaya. Saya dengan Gus Yasin untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi Jawa Tengah,” kata Luthfi.
Ia menyebut kontribusi masyarakat turut tercermin dari sejumlah indikator pembangunan. Tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Tengah turun dari 4,33 persen menjadi 4,24 persen, dengan sekitar 460 ribu orang mendapatkan pekerjaan.
Dari sisi ekonomi, realisasi investasi hingga semester pertama 2026 mencapai Rp59,94 triliun. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah juga tercatat 5,80 persen, sedangkan angka kemiskinan turun menjadi 9,21 persen.
Luthfi juga menyoroti kontribusi petani dalam menjaga ketahanan pangan. Produksi padi Jawa Tengah pada 2025 mencapai sekitar 9,39 juta ton. Sementara hingga 2026, produksi gabah kering giling telah mencapai 6,74 juta ton.
“Kalau petani kita bekerja keras, maka kita yang diberi amanah memimpin Jawa Tengah juga harus bekerja keras sampai di tingkat desa,” tegasnya.
Selain sektor ekonomi dan pangan, Pemprov Jateng juga menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Di bidang pendidikan, biaya pendidikan digratiskan bagi 231.724 siswa sekolah negeri dan sekitar 5.004 siswa sekolah swasta.
Pemerintah juga memberikan beasiswa kepada 10.000 siswa dari keluarga miskin, merehabilitasi 282 sekolah, serta membangun sembilan sekolah baru.
Di bidang kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis telah menjangkau sekitar 21 juta masyarakat. Sementara sektor perumahan mencatat penyelesaian sekitar 339.963 unit backlog.
Dukungan terhadap program nasional turut diperkuat. Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar sembilan juta penerima manfaat melalui 4.382 SPPG.
Sebanyak 14 Sekolah Rakyat juga telah direalisasikan dengan 1.275 siswa. Sementara Koperasi Desa Merah Putih telah terbentuk sebanyak 8.523 unit, dengan 6.271 unit di antaranya telah beroperasi.
Dalam peringatan HUT ke-81 Jateng, Luthfi mengingatkan bahwa pembangunan merupakan kerja berkelanjutan dari pemerintahan sebelumnya. Karena itu, capaian saat ini harus menjadi pijakan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah Jawa Tengah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh masyarakat Jawa Tengah, dari lubuk hati kami yang paling dalam saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja sama dan kontribusi panjenengan semuanya,” ujarnya.
Ia berharap semangat “Wolung Puluh Siji, Gumregut Nyawiji” menjadi energi bersama untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.
“Boleh jadi tidak semua perjuangan panjenengan terlihat, tidak semua kerja keras tercatat. Namun manfaatnya dirasakan oleh jutaan masyarakat Jawa Tengah,” katanya.
Penulis : Jaka N
Editor : Shodiqin