Beranda Daerah Manfaatkan Limbah Pertanian, KKN UIN Walisongo Olah Bonggol Jagung Jadi Briket di...

Manfaatkan Limbah Pertanian, KKN UIN Walisongo Olah Bonggol Jagung Jadi Briket di Desa Derekan

Manfaatkan Limbah Pertanian, Warga Desa Derekan Belajar Mengolah Bonggol Jagung Menjadi Briket

kkn uin walisongo bonggol jagung
Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Posko 12 bersama warga Desa Derekan saat mengikuti praktik pembuatan briket berbahan dasar bonggol jagung di Balai Desa Derekan, Kecamatan Pringapus, Sabtu (8/8/2026) (Foto: D0k KKN).

Semarang, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 12 Desa Derekan mengajak masyarakat memanfaatkan bonggol jagung menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif.

Inovasi tersebut diperkenalkan melalui workshop pembuatan briket yang digelar di Balai Desa Derekan, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 20 warga tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa KKN untuk memberikan edukasi sekaligus mendorong pemanfaatan limbah pertanian yang selama ini belum diolah secara optimal.

Workshop diawali dengan pemaparan materi mengenai proses pembuatan arang dari bonggol jagung. Setelah itu, peserta mengikuti praktik secara langsung, mulai dari pengolahan bonggol jagung hingga menjadi briket yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

Melalui praktik tersebut, warga tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat melihat langsung tahapan pembuatan briket dari limbah pertanian yang tersedia di lingkungan sekitar.

Sebelum workshop digelar, bonggol jagung yang dihasilkan masyarakat Desa Derekan umumnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Limbah tersebut biasanya dibuang, dibakar, atau sebagian digunakan sebagai pupuk di sekitar tanaman.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi mahasiswa KKN untuk memperkenalkan inovasi sederhana yang dapat meningkatkan nilai guna bonggol jagung. Selain berpotensi menjadi bahan bakar alternatif, briket bonggol jagung juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha rumah tangga apabila dikelola secara berkelanjutan.

Ketua RW 2 Desa Derekan, Siswadi, mengaku memperoleh pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut. Ia sebelumnya belum mengetahui bahwa bonggol jagung dapat diolah menjadi briket.

“Jadi mengetahui cara membuat briket. Sebelumnya bonggol jagung biasanya dibuang atau dibakar, dan sebagian dimanfaatkan sebagai pupuk di sekitar tanaman,” ungkap Siswadi.

Menurutnya, workshop tersebut memberikan alternatif baru bagi masyarakat dalam memanfaatkan bonggol jagung yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Hal senada disampaikan Ketua RW 1 Desa Derekan, Dwi Susharianto. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai pengolahan limbah bonggol jagung sekaligus membuka kemungkinan untuk dikembangkan sebagai usaha rumah tangga.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna RW 1, Lilik, mengatakan sebelumnya belum terdapat inovasi khusus dalam pemanfaatan bonggol jagung di lingkungan masyarakat.

“Belum ada, karena baru mengetahui. Ini dapat menjadi inovasi kepada warga Desa Derekan,” ujarnya.

Praktik pembuatan briket mendapat respons positif dari peserta. Warga dapat melihat secara langsung bahwa bonggol jagung yang sebelumnya hanya dibuang, dibakar, atau dimanfaatkan sebagai pupuk ternyata masih memiliki nilai guna dan dapat diolah menjadi produk alternatif.

Pemanfaatan tersebut juga dinilai memiliki manfaat dari sisi lingkungan karena dapat mengurangi limbah pertanian sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengolah bahan yang tersedia di sekitar mereka.

Jika dikembangkan secara berkelanjutan, briket bonggol jagung berpotensi menjadi salah satu alternatif usaha rumah tangga. Bahan baku yang relatif mudah ditemukan di lingkungan Desa Derekan menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan masyarakat.

Melalui workshop tersebut, mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo berharap pengetahuan yang diperoleh warga tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi lingkungan maupun perekonomian masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi mahasiswa KKN dan masyarakat dapat melahirkan inovasi sederhana dengan memanfaatkan potensi lokal.

Bonggol jagung yang sebelumnya menjadi limbah dapat diolah menjadi briket yang memiliki nilai guna dan berpotensi memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat Desa Derekan.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo
Editor: R. D. Pramesti

Exit mobile version