Beranda Daerah Dari Dapur Warga, KKN UIN Walisongo Gali Potensi UMKM Kerupuk Selekepek

Dari Dapur Warga, KKN UIN Walisongo Gali Potensi UMKM Kerupuk Selekepek

Kunjungi dapur produksi Kerupuk Selekepek, mahasiswa KKN MIT Posko 101 belajar menggali potensi UMKM sekaligus berdiskusi tentang pengemasan dan strategi pemasaran produk lokal.

KKN UIN gelar UMKM Kerupuk Selekepek
Mahasiswa KKN MIT Posko 101 UIN Walisongo Semarang melihat langsung proses produksi Kerupuk Selekepek bersama pemilik UMKM di Dukuh Cangkring, Desa Trimulyo, Demak, Senin (10/8/2026) (Foto: Dok KKN).

Demak, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 101 mengunjungi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kerupuk Selekepek di Dukuh Cangkring, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Senin (10/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengenal lebih dekat potensi usaha masyarakat sekaligus menjalin silaturahmi dengan pelaku UMKM. Mahasiswa juga melihat langsung proses produksi Kerupuk Selekepek, mulai dari persiapan bahan, pengolahan, hingga pengemasan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KKN MIT Posko 101 dalam menggali potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat desa.

Pemilik UMKM Kerupuk Selekepek, Masyitoh, menyambut baik kunjungan mahasiswa KKN MIT Posko 101. Ia mengapresiasi perhatian mahasiswa terhadap keberadaan UMKM lokal di Desa Trimulyo.

“Saya sangat senang atas kunjungan dari adik-adik KKN. Semoga pada kesempatan ini adik-adik mendapatkan pengalaman dan ilmu tentang pembuatan kerupuk. Terima kasih juga sudah membantu mengenalkan Kerupuk Selekepek kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Masyitoh berharap produk lokal tersebut dapat terus berkembang dan semakin dikenal oleh masyarakat luas. Menurutnya, dukungan terhadap produk UMKM menjadi salah satu langkah penting agar usaha masyarakat dapat bertahan dan berkembang.

Selain mengamati proses produksi, mahasiswa berdiskusi dengan pemilik UMKM mengenai sejumlah aspek pengembangan usaha. Pembahasan mencakup pengemasan produk, pemasaran, hingga strategi agar Kerupuk Selekepek dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.

Belajar dari UMKM Lokal

Koordinator Desa KKN MIT Posko 101 UIN Walisongo Semarang, Hamim Hidayat, mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung mengenai pengelolaan UMKM sekaligus mengenali potensi ekonomi yang dimiliki Desa Trimulyo.

“Kami senang bisa berkunjung dan melihat langsung proses usaha Kerupuk Selekepek. Selain belajar dari pemilik UMKM, kami juga berharap dapat ikut membantu mengenalkan produk lokal ini agar semakin dikenal dan berkembang,” ujar Hamim.

Ia menilai pengembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah produksi. Identitas produk, tampilan kemasan, dan strategi pemasaran juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal.

“Produk lokal perlu memiliki identitas yang kuat, kemasan yang menarik, serta strategi pemasaran yang mampu menjangkau konsumen lebih luas,” lanjutnya.

Bagi mahasiswa, kunjungan ke UMKM Kerupuk Selekepek juga memberikan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi pelaku usaha dalam menjalankan bisnis sehari-hari. Interaksi langsung dengan pemilik usaha menjadi ruang untuk bertukar pengalaman sekaligus memahami kebutuhan UMKM dari sudut pandang pelaku usaha.

Dorong Produk Lokal Desa Trimulyo

Melalui kegiatan tersebut, KKN MIT Posko 101 UIN Walisongo Semarang berharap dapat ikut mendorong pengembangan UMKM di Desa Trimulyo. Mahasiswa juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendukung produk lokal sebagai bagian dari potensi ekonomi desa.

Kunjungan ke dapur produksi Kerupuk Selekepek menunjukkan bahwa potensi ekonomi desa dapat ditemukan dari usaha-usaha yang tumbuh dan dikelola masyarakat. Bagi mahasiswa KKN, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk belajar sekaligus berkontribusi dalam mengenalkan produk lokal kepada khalayak yang lebih luas.

Melalui kolaborasi dengan masyarakat, KKN MIT Posko 101 berupaya menggali potensi lokal, mendukung pengembangan UMKM, dan membuka peluang bagi kemajuan ekonomi Desa Trimulyo.

Penulis: Tim KKN MIT UIN Walisongo Posko 101
Editor: R. D. Pramesti

Exit mobile version