
Demak, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang bersama ibu-ibu PKK Desa Sarimulyo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, menggelar kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dengan memanfaatkan galon bekas sebagai wadah tanam, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan keluarga sekaligus mengajak warga memanfaatkan kembali barang bekas yang masih memiliki nilai guna. Selain menghasilkan media tanam sederhana, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Sarimulyo.
Penanaman TOGA dilakukan secara gotong royong. Ibu-ibu PKK terlibat langsung mulai dari menyiapkan media tanam, mengisi tanah ke dalam galon bekas, hingga menanam berbagai jenis tanaman obat.
Galon yang sebelumnya tidak terpakai diubah menjadi pot tanaman. Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat memberikan contoh kepada masyarakat bahwa limbah rumah tangga masih dapat digunakan kembali melalui kreativitas sederhana.
Kenalkan Beragam Tanaman Obat Keluarga
Selain memanfaatkan barang bekas, kegiatan tersebut juga bertujuan mengenalkan berbagai jenis TOGA yang dapat dibudidayakan di lingkungan rumah. Beberapa tanaman yang ditanam antara lain lidah buaya, oregano, sirih hijau, sereh wulung, dan sambiloto.
Keberadaan TOGA di lingkungan rumah diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali tanaman yang memiliki berbagai manfaat dan dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga.
Bidan Desa Sarimulyo, Siti Fatimah S.Tr.Keb., S.Keb., Bdn., mengatakan kegiatan penanaman TOGA memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan dan mengonsumsi tanaman obat keluarga. Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat dapat lebih mengenal jenis-jenis tanaman yang memiliki manfaat dan dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Menurutnya, pengenalan TOGA menjadi salah satu langkah sederhana untuk mendorong masyarakat agar semakin peduli terhadap kesehatan keluarga. Dengan menanam dan merawat tanaman di lingkungan sekitar, warga juga dapat lebih mengenal potensi tanaman yang ada di sekitarnya.
Ibu-Ibu PKK Belajar Memanfaatkan Barang Bekas
Bendahara PKK Desa Sarimulyo, Tiara, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan penanaman TOGA tidak hanya menambah pengetahuan mengenai tanaman obat, tetapi juga memberikan pengalaman dalam memanfaatkan media tanam sederhana.
“Kegiatan penanaman TOGA ini sangat bermanfaat bagi kami karena dapat menambah pengetahuan tentang tanaman obat keluarga. Kami jadi lebih mengenal berbagai jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan dan mengetahui manfaatnya bagi kesehatan serta kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Ibu-ibu PKK dan mahasiswa KKN bekerja bersama dalam setiap tahapan penanaman sehingga kegiatan tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.
Keterlibatan langsung warga diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap tanaman yang telah ditanam. Dengan demikian, TOGA yang dibuat dapat dirawat dan dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan masyarakat.
Dorong Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan
Ketua pelaksana kegiatan, Faatihah Diva Chandra, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penanaman TOGA, tetapi juga mengajak masyarakat melihat kembali potensi barang bekas di lingkungan sekitar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat bahwa barang bekas seperti galon tidak harus langsung dibuang. Galon tersebut masih bisa dimanfaatkan menjadi pot sederhana dan memiliki nilai kreatif,” ungkap Faatihah.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menginspirasi masyarakat untuk memanfaatkan barang bekas sekaligus membudidayakan TOGA secara mandiri di lingkungan rumah.
Penanaman TOGA juga sejalan dengan program kerja kader PKK Desa Sarimulyo. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dikenalkan pada sejumlah jenis tanaman yang belum banyak dimanfaatkan atau dikenal dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih dari sekadar kegiatan menanam, kolaborasi mahasiswa KKN dan ibu-ibu PKK Desa Sarimulyo menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Pemanfaatan galon bekas sebagai pot sekaligus penanaman TOGA diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Penulis: Tim KKN UIN Walisongo Semarang
Editor: R. D. Pramesti