KENDAL, Jatengnews.id – Kelompok PKK Desa Jati, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, bersama mahasiswa KKN Kelompok 63 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengembangkan produk unggulan desa berupa minuman herbal Kunir Asem Segar Waras.
Produk tersebut digagas Windarti, warga Desa Jati yang belajar membuat jamu secara otodidak sejak tinggal di Yogyakarta. Ia memperoleh keterampilan tersebut dengan mengamati tetangganya yang berjualan jamu.
“Dulu waktu masih di Jogja, ada tetangga yang bisa buat jamu dan dijual juga. Dari situ saya sering lihat cara membuatnya, lama-lama jadi bisa sendiri,” ujar Windarti.
Kunir Asem Segar Waras dibuat dari bahan alami berupa kunyit, asam jawa, gula putih, gula aren, dan air tanpa bahan pengawet. Produk dikemas dalam botol ukuran 330 gram dan dijual seharga Rp7.000 per botol.
Untuk memperluas informasi produk, mahasiswa KKN UPGRIS Nur Kholis Majid membantu membuat barcode atau QR code yang berisi informasi mengenai Kunir Asem Segar Waras. Konsumen dapat mengakses informasi produk melalui laman kunir-asem.web.app.
Anggota KKN Kelompok 63 UPGRIS, Gadis Rizky Amalia, mengatakan pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong potensi ekonomi desa.
“Produk seperti Kunir Asem Segar Waras ini menunjukkan bahwa potensi desa bisa dikembangkan dengan cara yang sederhana tapi konsisten. Kami berharap ke depannya produk ini bisa dikenal lebih luas lagi,” katanya.
Produksi disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk kegiatan desa biasanya dibuat sekitar 15 botol, sedangkan pada event tertentu produksinya dapat mencapai 30 botol dan kerap habis terjual.
Melalui pendampingan mahasiswa KKN, Kunir Asem Segar Waras diharapkan terus berkembang dan menjadi salah satu identitas produk unggulan Desa Jati.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Jaka N
