
Semarang, JatengNews.id– Sebanyak 185 santri MA Manba’ul Qur’an mengikuti sosialisasi literasi digital tentang penggunaan media sosial dan Artificial Intelligence (AI) yang digelar mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 18 pada Jumat, (14/08/2026).
Kegiatan tersebut menjadi upaya mahasiswa membekali santri dengan pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara kritis, bijak, dan bertanggung jawab.
Sosialisasi diikuti santri kelas X, XI, dan XII. Sebanyak enam mahasiswa KKN terlibat dalam kegiatan dengan materi disampaikan oleh Galih Putri Milan Nesty, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Walisongo Semarang.
Materi mengenai media sosial dan AI dipilih karena perkembangan teknologi membuat generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi serta memahami dampak penggunaan teknologi. Hal tersebut juga dinilai penting bagi para santri yang seluruhnya tinggal di lingkungan pondok pesantren.
Meskipun tidak setiap hari memiliki akses internet secara luas, para santri tetap membutuhkan bekal literasi digital. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu mereka ketika nantinya memiliki akses lebih luas terhadap media sosial dan berbagai teknologi digital.
“Kami ingin ketika nantinya mereka memiliki akses internet yang lebih luas, mereka tidak kaget dan tidak mudah tertipu. Saya ingin para santri tetap intelek dalam bermedia sekaligus mampu mengikuti kemajuan teknologi,” ujar Milan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Para santri tidak hanya menyimak materi, tetapi juga memberikan tanggapan dan menjawab pertanyaan yang diberikan pemateri.
Guru MA Manba’ul Qur’an, H. Ali Nur Taufiq, M.S.I., menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan mahasiswa KKN. Menurutnya, berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai perkembangan teknologi menjadi hal yang penting bagi para santri.
“Kedatangan teman-teman KKN sangat berharga untuk bisa berbagi pengalaman dengan para santri. Karena semuanya mondok, literasi bermedia dan pemahaman terhadap perkembangan teknologi juga perlu diberikan,” ungkap Ali.
Selain penyampaian materi, mahasiswa KKN mengajak para santri mengikuti kegiatan refleksi bertajuk “My Digital Footprint”. Dalam kegiatan tersebut, santri diminta menuliskan komitmen pribadi pada lembar yang telah disediakan dengan melanjutkan kalimat, “Mulai hari ini aku akan…”.
Kegiatan refleksi tersebut mendorong para santri untuk memikirkan kembali kebiasaan mereka dalam menggunakan media sosial dan teknologi. Santri juga diajak menentukan langkah yang dapat dilakukan agar penggunaan teknologi memberikan dampak positif bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Salah satu santriwati, Eka Himmatus Syafa, mengaku kegiatan tersebut memberikan motivasi untuk menggunakan media sosial secara lebih positif.
“Kegiatan hari ini menumbuhkan semangat baru bagi saya untuk menggunakan media sosial untuk hal-hal baik dan menyalurkan skill yang saya miliki,” ujar Eka.
Antusiasme peserta terlihat hingga kegiatan berakhir. Interaksi selama sosialisasi menunjukkan bahwa para santri memiliki ketertarikan terhadap perkembangan media sosial dan teknologi AI ketika materi disampaikan dengan pendekatan yang sesuai.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Posko 18 berharap para santri tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.
Pengenalan literasi digital sejak dini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para santri untuk menghadapi perkembangan teknologi, termasuk media sosial dan AI, ketika mereka memiliki ruang yang lebih luas untuk berinteraksi di dunia digital.
Penulis: Tim mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Posko 18