Beranda Daerah KKN UIN Walisongo Kenalkan TEPANOM, Alat Sederhana Mudahkan Petani Desa Lumansari Tebat...

KKN UIN Walisongo Kenalkan TEPANOM, Alat Sederhana Mudahkan Petani Desa Lumansari Tebat Pupuk

Inovasi berbahan sederhana menjadi upaya mahasiswa menghadirkan solusi tepat guna bagi aktivitas pertanian masyarakat.

alat terpanom KKN UIN WS
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 179 memperagakan penggunaan alat TEPANOM kepada 12 petani dalam pelatihan inovasi pertanian di Desa Lumansari, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, pada Sabtu, (08/08/2026) (Foto: Dok KKN).

Kendal, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 179 memperkenalkan TEPANOM (Tebar Pupuk Otomatis Manual) kepada petani Desa Lumansari, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, pada Sabtu, (08/08/2026).

Inovasi sederhana tersebut diperkenalkan untuk membantu memudahkan proses penebaran pupuk dan benih di lahan pertanian.

Pelatihan dan pengenalan TEPANOM diikuti oleh 12 petani dan berlangsung di kediaman Ketua Kelompok Tani Desa Lumansari, Suryadi, pada pukul 13.00–15.00 WIB. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN menghadirkan solusi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di bidang pertanian.

TEPANOM dirancang sebagai alat bantu penebaran pupuk yang dapat digunakan dengan cara menekan bagian alat ke tanah di sekitar tanaman. Tekanan tersebut membuat pupuk keluar melalui lubang yang telah disediakan sehingga petani tidak perlu menaburkan pupuk secara langsung menggunakan tangan.

Inovasi tersebut berangkat dari kebiasaan petani yang masih melakukan penebaran pupuk secara manual. Cara tersebut dilakukan secara berulang dengan posisi membungkuk sehingga membutuhkan tenaga lebih dan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada bagian pinggang apabila dilakukan dalam waktu lama.

Mahasiswa KKN Posko 179 kemudian mengembangkan TEPANOM menggunakan bahan-bahan sederhana yang relatif mudah ditemukan dan ekonomis. Alat tersebut dibuat dari beberapa komponen pipa paralon dengan ukuran berbeda yang disambungkan menggunakan oversock berukuran 2 x 1/2 inci.

TEPANOM juga dilengkapi karet ban bekas dan sekrup sebagai bagian dari mekanisme tekanan agar pupuk dapat keluar ketika alat digunakan. Penggunaan bahan sederhana tersebut membuat alat relatif mudah dibuat dan berpotensi dikembangkan sesuai kebutuhan petani.

Kegiatan pelatihan diawali dengan sambutan Kepala Dusun Desa Lumansari. Selanjutnya, Ketua Pelaksana Pelatihan TEPANOM, Yuman Dafiq Azhim, menyampaikan materi mengenai pengenalan alat, fungsi, komponen, cara penggunaan, serta manfaat TEPANOM bagi kegiatan pertanian.

Para petani tidak hanya memperoleh penjelasan secara teori, tetapi juga melihat langsung bentuk dan mekanisme kerja alat. Dalam sesi praktik, mahasiswa memperagakan cara menggunakan TEPANOM dengan menekan alat pada tanah di sekitar tanaman hingga pupuk keluar melalui bagian lubang yang tersedia.

Ketua Pelaksana Pelatihan TEPANOM, Yuman Dafiq Azhim, mengatakan inovasi tersebut dibuat sebagai upaya mahasiswa memberikan solusi sederhana terhadap kebutuhan petani Desa Lumansari.

“Pelatihan TEPANOM ini diharapkan dapat mempermudah pekerjaan para petani, terutama dalam proses penebaran pupuk dan benih. Dengan adanya alat ini, kami berharap petani dapat terbantu dan pekerjaan dalam proses penebaran bisa dilakukan dengan lebih mudah,” ujar Yuman.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para petani. Selain memperoleh wawasan mengenai alat bantu pertanian sederhana, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa KKN untuk bertukar pengetahuan dengan masyarakat yang memiliki pengalaman dalam bidang pertanian.

Ketua Kelompok Tani Desa Lumansari, Suryadi, mengapresiasi inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN UIN Walisongo. Ia berharap TEPANOM dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada mahasiswa KKN UIN Walisongo yang sudah memberikan wawasan dan inovasi kepada para petani di Desa Lumansari. Semoga alat TEPANOM ini bisa bermanfaat dan dapat membantu petani dalam kegiatan pemupukan maupun penebaran benih,” ujar Suryadi.

Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 179 berharap TEPANOM dapat memberikan manfaat bagi petani Desa Lumansari. Inovasi ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam pemanfaatan teknologi sederhana dan tepat guna untuk mendukung efektivitas pekerjaan masyarakat di bidang pertanian.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN Posko 179
Editor: R. D. Pramesti

Exit mobile version