Beranda Daerah KKN Undip Ajak PKK RW 06 Nyatnyono Wujudkan Keluarga Sehat dan Cerdas...

KKN Undip Ajak PKK RW 06 Nyatnyono Wujudkan Keluarga Sehat dan Cerdas Kelola Keuangan

Program yang berkolaborasi dengan PKK RW 06 Desa Nyatnyono ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pola makan bergizi seimbang sekaligus mendorong kebiasaan mengatur dan mencatat pengeluaran rumah tangga

Demonstrasi olahan rendah garam rolade ayam sayur oleh tim Mahasiswa KKN UNDIP. (Foto : Dok KKN)
Demonstrasi olahan rendah garam rolade ayam sayur oleh tim Mahasiswa KKN UNDIP. (Foto : Dok KKN)

SEMARANG, Jatengnews.id – Menjaga kesehatan keluarga tidak hanya membutuhkan pilihan makanan yang bergizi, tetapi juga kemampuan mengatur anggaran rumah tangga secara bijak.

Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN-T Tim 105 Universitas Diponegoro (Undip) Desa Nyatnyono melalui kegiatan edukasi pengolahan makanan rendah garam dan pengelolaan keuangan keluarga.

Kegiatan bertajuk Demonstrasi Olahan Rendah Garam dan Edukasi Pengelolaan Keuangan untuk Belanja Sehat Keluarga tersebut digelar di Lapangan Dusun Sendang Putri, Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Minggu (2/8/2026).

Program yang berkolaborasi dengan PKK RW 06 Desa Nyatnyono ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pola makan bergizi seimbang sekaligus mendorong kebiasaan mengatur dan mencatat pengeluaran rumah tangga.

Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM), termasuk hipertensi. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah konsumsi garam atau natrium secara berlebihan yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.

Ketua pelaksana kegiatan, Aulia Choirunnisa, mahasiswa Program Studi Gizi Undip, mengatakan edukasi mengenai pola makan sehat perlu disampaikan melalui cara yang sederhana dan mudah diterapkan masyarakat.

“Tingginya kasus PTM seperti hipertensi di desa setempat salah satunya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan masyarakat terkait pola makan yang sehat, seperti pembatasan konsumsi gula dan garam serta rendahnya pengetahuan tentang pentingnya protein hewani,” jelas Aulia.

Karena itu, mahasiswa memilih pendekatan praktik langsung melalui demonstrasi memasak. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai makanan rendah garam, tetapi juga dapat melihat secara langsung cara mengolah menu yang tetap lezat dan mudah dibuat di rumah.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, Prof. Dr. Istna Mangisah, S.Pt., M.P.

“Makanan yang enak tidak selalu harus memiliki cita rasa yang beragam atau kuat. Dengan mengurangi gula, garam, dan lemak, makanan tetap dapat diolah menjadi hidangan yang lezat sekaligus lebih sehat,” tuturnya.

Setelah itu, peserta mendapatkan edukasi mengenai batas konsumsi gula, garam, dan lemak atau GGL. Materi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan rolade ayam sayur sebagai salah satu contoh menu bergizi seimbang dengan penggunaan garam yang lebih terkontrol.

Suasana kegiatan semakin interaktif ketika sejumlah peserta secara sukarela ikut mempraktikkan proses memasak. Antusiasme peserta terlihat hingga sesi akhir, saat rolade ayam sayur yang telah dibuat dibagikan kepada seluruh peserta untuk dicicipi.

Tak berhenti pada edukasi gizi, mahasiswa KKN Undip juga mengajak peserta membangun kebiasaan mengelola keuangan rumah tangga. Sesi tersebut disampaikan Muhammad Faqih Albana, mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan Undip, melalui program “Gerakan Sadar Catat”.

Edukasi ini berangkat dari temuan bahwa sebagian masyarakat belum terbiasa mencatat pengeluaran rumah tangga. Padahal, pencatatan sederhana dapat membantu keluarga mengetahui alokasi pengeluaran sekaligus merencanakan anggaran untuk kebutuhan pangan yang sehat dan bergizi.

Melalui Gerakan Sadar Catat, peserta diperkenalkan pada dasar pengelolaan keuangan keluarga dan cara sederhana mencatat pemasukan serta pengeluaran. Dengan begitu, belanja kebutuhan pangan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terencana dan sesuai kemampuan keluarga.

Untuk mendukung keberlanjutan edukasi, mahasiswa membagikan leaflet “Kenali Batasan Konsumsi GGL, Lindungi Kesehatan Keluarga”. Materi tersebut berisi informasi mengenai batasan konsumsi gula, garam, dan lemak, tips mengurangi asupan GGL, serta resep rolade ayam sayur yang dapat dipraktikkan kembali di rumah.

Sementara itu, leaflet “Gerakan Sadar Catat” berisi panduan dasar pengelolaan keuangan keluarga serta format pencatatan keuangan sederhana yang dapat digunakan peserta dalam kehidupan sehari-hari.

Menariknya, di sela kegiatan, dosen pembimbing dan mahasiswa KKN turut membagikan telur kepada peserta. Selain sebagai sumber protein hewani, pembagian tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap UMKM lokal.

Salah seorang peserta mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Selain mendapatkan pengetahuan baru, ia tertarik untuk mencoba kembali menu yang telah diperagakan mahasiswa di rumah.

“Terima kasih sudah dibagikan telurnya. Roladenya enak dan resepnya menarik, nanti mau saya coba di rumah,” ungkapnya.

Mahasiswa KKN-T Tim 105 Undip berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai edukasi sesaat. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memilih bahan pangan, mengolah makanan dengan lebih sehat, hingga mencatat dan mengatur pengeluaran keluarga.

Melalui perpaduan edukasi gizi dan literasi keuangan, program ini diharapkan mampu mendorong keluarga di Desa Nyatnyono menjadi lebih sehat sekaligus cerdas dalam mengelola kebutuhan rumah tangga.

Dengan kebiasaan sederhana seperti mengurangi konsumsi GGL, memperbanyak pangan bergizi, memenuhi kebutuhan protein hewani, serta mencatat pengeluaran, keluarga diharapkan semakin siap membangun pola hidup sehat dan melakukan pencegahan PTM sejak dini.







Penulis  : Tim Mahasiswa KKN

Editor     : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version