Beranda Daerah Petakan Potensi Ekonomi Desa, Mahasiswa KKN UNDIP Dampingi UMKM Pasekaran

Petakan Potensi Ekonomi Desa, Mahasiswa KKN UNDIP Dampingi UMKM Pasekaran

Rangkaian kegiatan meliputi pemetaan persebaran UMKM, analisis terhadap 30 UMKM kuliner, pembuatan titik lokasi usaha melalui Google Maps, serta penyusunan peta tapak sebagai salah satu dokumen pendukung dalam proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro di Desa Pasekaran, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, melaksanakan rangkaian pendataan, pemetaan, dan pendampingan UMKM
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro di Desa Pasekaran, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, melaksanakan rangkaian pendataan, pemetaan, dan pendampingan UMKM. (Foto : Dok KKN)

BATANG, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) di Desa Pasekaran, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, mendorong penguatan sektor usaha masyarakat melalui rangkaian pendataan, pemetaan, analisis, hingga pendampingan administrasi UMKM.

Program tersebut dilakukan untuk membantu Pemerintah Desa Pasekaran memiliki data UMKM yang lebih terstruktur sekaligus memberikan pendampingan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Rangkaian kegiatan meliputi pemetaan persebaran UMKM, analisis terhadap 30 UMKM kuliner, pembuatan titik lokasi usaha melalui Google Maps, serta penyusunan peta tapak sebagai salah satu dokumen pendukung dalam proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Kegiatan pemetaan persebaran UMKM dilakukan mahasiswa KKN dari bidang Teknik Geologi, Alma Isa Prakoso. Data lokasi usaha yang dikumpulkan kemudian diolah menjadi informasi spasial dan dituangkan dalam bentuk peta persebaran UMKM Desa Pasekaran.

“Melalui pendataan ini, saya ingin membantu Desa Pasekaran mengetahui persebaran UMKM yang ada di wilayah desa. Data tersebut kemudian saya tuangkan dalam bentuk peta agar keberadaan UMKM dapat terlihat secara lebih jelas dan dapat menjadi media informasi bagi pemerintah desa,” ujar Alma.

Peta persebaran tersebut menjadi salah satu keluaran program dalam bentuk peta cetak yang dapat dimanfaatkan Pemerintah Desa Pasekaran sebagai media informasi mengenai keberadaan pelaku usaha.

Data tersebut juga diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dalam mendukung rencana pembentukan Paguyuban UMKM Desa Pasekaran serta membantu pemerintah desa mengidentifikasi potensi ekonomi masyarakat secara lebih terarah.

Selain memetakan lokasi, mahasiswa KKN dari Program Studi Statistika, Wenny Anjelina Pasaribu, melakukan pendataan terhadap 30 UMKM kuliner secara door to door.

Pendataan tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari lama usaha, omzet, metode penjualan dan pembayaran, pemanfaatan QRIS, aktivitas penjualan daring, legalitas usaha, hingga branding produk.

“Setiap UMKM memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pendataan tidak hanya dilakukan untuk mengetahui jumlah UMKM, tetapi juga melihat karakteristik masing-masing usaha agar arah pengembangannya dapat disesuaikan,” kata Wenny.

Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan metode Hierarchical Clustering dengan Gower Distance. Hasil analisis menunjukkan bahwa 30 UMKM terbagi menjadi dua klaster dengan karakteristik yang berbeda.

Klaster pertama terdiri atas 14 UMKM yang tingkat digitalisasinya masih terbatas. Sementara itu, klaster kedua terdiri atas 16 UMKM yang telah lebih aktif memanfaatkan QRIS, media sosial, dan kanal penjualan daring.

Perbedaan karakteristik tersebut turut menunjukkan kebutuhan pengembangan yang berbeda. UMKM dalam klaster pertama dinilai membutuhkan penguatan pada aspek penggunaan QRIS, sertifikasi halal, pemasaran digital, legalitas, serta pengemasan produk.

Adapun UMKM pada klaster kedua membutuhkan penguatan pada sertifikasi halal, pemasaran digital, pengelolaan keuangan, pengemasan produk, dan pemanfaatan QRIS.

Hasil pendataan dan analisis kemudian dirangkum dalam sebuah booklet yang memuat profil UMKM, hasil pengelompokan, kendala yang dihadapi, kebutuhan pelatihan, serta rekomendasi pengembangan usaha.

Booklet tersebut diharapkan dapat menjadi bahan informasi awal bagi pemerintah desa dalam menentukan bentuk pendampingan yang lebih tepat sasaran bagi pelaku UMKM.

Pendampingan kemudian dilanjutkan pada aspek administrasi dan visibilitas usaha. Pada 5 dan 8 Agustus 2026, mahasiswa KKN mendampingi pelaku UMKM dalam membuat titik lokasi usaha di Google Maps sekaligus menyusun peta tapak sebagai dokumen pendukung pengurusan NIB.

Narasumber kegiatan, Revansa Athaya Putra, menjelaskan bahwa pemetaan lokasi dilakukan untuk membantu pelaku UMKM memiliki informasi lokasi usaha yang lebih jelas dan terdokumentasi.

“Melalui kegiatan ini, kami membantu pelaku UMKM menentukan titik lokasi usahanya di Google Maps sekaligus membuat peta tapak yang dapat digunakan sebagai dokumen pendukung dalam proses pengurusan NIB,” jelas Revansa.

Pendampingan diawali dengan pendataan identitas, alamat, dan lokasi usaha. Mahasiswa kemudian mengidentifikasi lokasi dan menentukan titik koordinat usaha untuk dibuatkan titik lokasi pada Google Maps.

Setelah itu, mahasiswa menyusun peta tapak yang menunjukkan posisi dan kondisi lokasi usaha sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku UMKM.

Keberadaan titik lokasi di Google Maps diharapkan turut meningkatkan visibilitas usaha. Masyarakat maupun calon pelanggan dapat lebih mudah menemukan lokasi UMKM, sementara peta tapak dapat dimanfaatkan sebagai dokumen pendukung dalam proses administrasi usaha.

Rangkaian program ini menjadi bentuk penerapan kemampuan mahasiswa dalam pengolahan data dan pemetaan spasial untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Informasi yang dihasilkan tidak hanya menunjukkan persebaran UMKM, tetapi juga menggambarkan karakteristik usaha serta mendukung aspek administrasi dan pengembangannya.

Melalui pendataan, pemetaan, analisis, dan pendampingan tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berharap hasil program dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi Pemerintah Desa Pasekaran dan pelaku UMKM.

Peta persebaran UMKM, hasil analisis, booklet profil usaha, titik lokasi Google Maps, serta peta tapak diharapkan dapat menjadi data pendukung bagi pengembangan UMKM sekaligus memperkuat rencana pembentukan Paguyuban UMKM Desa Pasekaran.

Kegiatan ini didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Muhamad Nafi Uz Zaman, S.H., M.H., dengan narasumber Alma Isa Prakoso, Wenny Anjelina Pasaribu, dan Revansa Athaya Putra.






Penulis   : Tim Mahasiswa KKN

Editor       : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version