Beranda Daerah Dari Kebun ke Cangkir, KKN-T Tim 106 Undip Kenalkan Olahan TOGA Jadi...

Dari Kebun ke Cangkir, KKN-T Tim 106 Undip Kenalkan Olahan TOGA Jadi Wedang Uwuh dan Jahe Bubuk

Potensi tersebut dikenalkan oleh KKN-T Tim 106 Universitas Diponegoro (Undip) melalui kegiatan sosialisasi pemanfaatan TOGA menjadi wedang uwuh dan jahe bubuk.

KKN-T Tim 106 Universitas Diponegoro (Undip) melalui kegiatan sosialisasi pemanfaatan TOGA menjadi wedang uwuh dan jahe bubuk.
KKN-T Tim 106 Universitas Diponegoro (Undip) melalui kegiatan sosialisasi pemanfaatan TOGA menjadi wedang uwuh dan jahe bubuk. (Foto : Dok KKN)

SEMARANG, Jatengnews.id — Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tak hanya dapat mempercantik lingkungan rumah, tetapi juga memiliki potensi untuk diolah menjadi produk herbal yang praktis dan bermanfaat.

Potensi tersebut dikenalkan oleh KKN-T Tim 106 Universitas Diponegoro (Undip) melalui kegiatan sosialisasi pemanfaatan TOGA menjadi wedang uwuh dan jahe bubuk.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 2 Agustus 2026, digelar di area Kelompok Tani Mulyo, Kelurahan Pedurungan Tengah, Kota Semarang. Program ini merupakan hasil kolaborasi KKN-T Tim 106 Undip bersama PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang dengan melibatkan masyarakat setempat.

Kegiatan dihadiri Ketua Dosen Pembimbing Lapangan KKN-T Tim 106 Undip, Ir. Joko Mariyono, M.P., Ph.D., bersama dosen pembimbing Annisa Firdauzi, S.P., M.P. dan Pramesti Megayana, S.P., M.Sc.

Dari PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang turut hadir tim CSR, yakni Aryo Aji Asmoro, S.A.B., Antika Sukma Pandanarum, S.Sos., dan Mirtha Aulia Putri, S.Sos.

Sementara itu, Pemerintah Kelurahan Pedurungan Tengah diwakili Rejo Mulyono selaku Ketua RT 02 RW 08 sekaligus Ketua Kelompok Tani Mulyo. Kegiatan juga diikuti anggota kelompok tani, masyarakat sekitar, karang taruna, serta mahasiswa KKN-T Tim 106 Undip.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya dikenalkan pada manfaat TOGA, tetapi juga diajak mempraktikkan cara menanam dan memanfaatkannya menggunakan sumber daya yang tersedia di sekitar rumah.

Salah satu inovasi sederhana yang diperkenalkan adalah penggunaan galon bekas sebagai media tanam. Wadah yang sudah tidak digunakan tersebut dimanfaatkan kembali sebagai pot untuk menanam berbagai jenis TOGA.

Bibit tanaman yang digunakan dalam kegiatan penanaman diperoleh melalui Dinas Pertanian Kota Semarang yang menyalurkan berbagai bibit dan sarana pendukung pertanian kepada Kelompok Tani Mulyo. Dukungan tersebut turut memperkuat pemanfaatan lingkungan sebagai lahan produktif bagi masyarakat.

Beberapa jenis TOGA yang diperkenalkan antara lain kunyit, jahe, sereh, dan daun salam. Tanaman tersebut dinilai relatif mudah dibudidayakan di lingkungan rumah sekaligus memiliki beragam manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Dosen Pembimbing Lapangan KKN-T Tim 106 Undip, Ir. Joko Mariyono, M.P., Ph.D., mengatakan kegiatan tersebut tidak berhenti pada pengenalan manfaat tanaman, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu menanam dan memanfaatkannya secara mandiri.

“Kegiatan ini bukan hanya mengajarkan masyarakat tentang manfaat tanaman TOGA, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menanam dan memanfaatkannya secara mandiri. Dengan media sederhana seperti galon bekas, masyarakat dapat mulai membangun lingkungan yang lebih hijau sekaligus produktif,” ujarnya.

Selain penanaman, peserta mendapatkan edukasi mengenai berbagai bentuk pemanfaatan TOGA. Tanaman tersebut dapat digunakan sebagai bahan obat tradisional, minuman herbal, bumbu masakan, hingga mendukung perawatan kesehatan keluarga dan menciptakan lingkungan rumah yang lebih asri.

Salah satu olahan yang diperkenalkan adalah wedang uwuh. Minuman herbal khas tersebut dibuat dari perpaduan berbagai rempah, seperti jahe, kayu secang, daun pala, cengkeh, dan bahan rempah lainnya.

Masyarakat juga dikenalkan dengan jahe bubuk yang dibuat melalui proses pengeringan dan penghalusan jahe. Produk tersebut dinilai lebih praktis untuk disimpan dan digunakan sebagai minuman sehari-hari.

Perwakilan PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang, Aryo Aji Asmoro, S.A.B., berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Pemanfaatan TOGA, penggunaan kembali galon sebagai media tanam, serta pengolahan hasilnya menjadi produk herbal merupakan langkah sederhana yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat,” tuturnya.

Program tersebut juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Dari sisi SDG 3 tentang Good Health and Well-being, pemanfaatan TOGA sebagai bahan minuman herbal dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman di sekitar rumah untuk mendukung kesehatan keluarga.

Sementara itu, kegiatan penanaman TOGA menggunakan galon bekas turut mendukung SDG 11 tentang Sustainable Cities and Communities. Pemanfaatan wadah bekas sebagai pot menjadi contoh bahwa penghijauan di lingkungan permukiman dapat dilakukan dengan cara sederhana sekaligus mendorong pemanfaatan kembali barang yang sudah tidak terpakai.

Ketua RT 02 RW 08 sekaligus Ketua Kelompok Tani Mulyo, Rejo Mulyono, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.

“Terima kasih banyak kepada dosen dan tim mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, pihak PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang, dan juga Dinas Pertanian Kota Semarang. Kegiatan ini memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat, tidak hanya tentang cara memanfaatkan tanaman TOGA, tetapi juga bagaimana menanamnya menggunakan media sederhana yang ada di sekitar kita,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Kelurahan Pedurungan Tengah diajak melihat TOGA bukan sekadar tanaman yang ditanam di pekarangan. Lebih dari itu, TOGA dapat menjadi bagian dari kebiasaan hidup yang produktif, mulai dari menanam, merawat, memanen, hingga mengolahnya menjadi produk herbal yang dapat dimanfaatkan sehari-hari.

Kolaborasi antara KKN-T Tim 106 Undip, PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang, Dinas Pertanian Kota Semarang, dan Kelompok Tani Mulyo tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan pemanfaatan TOGA secara mandiri dan berkelanjutan.

Liputan kegiatan ini disusun oleh Fadia Nur Fatimah, mahasiswa KKN-T Tim 106 Universitas Diponegoro yang turut terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan penanaman dan pemanfaatan TOGA di Kelurahan Pedurungan Tengah.





Penulis  : Tim Mahasiswa KKN

Editor     : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version