Beranda Daerah KKN UIN Walisongo Edukasi Anti-Bullying di MI Hidayatul Mubtadi’in, Ajak Siswa Ciptakan...

KKN UIN Walisongo Edukasi Anti-Bullying di MI Hidayatul Mubtadi’in, Ajak Siswa Ciptakan Sekolah yang Aman

Lewat permainan, diskusi, dan simulasi, siswa diajak mengenali perundungan sekaligus belajar menjadi teman yang peduli.

anti bullying kkn UIN WS
Mahasiswa KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Posko 16 menyampaikan edukasi anti-bullying kepada siswa kelas 3 MI Hidayatul Mubtadi’in, Desa Candirejo, Jumat (14/8/2026) (Foto: Dok KKN).

Semarang, JatengNews.id— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 16 Dusun Dawung, Desa Candirejo, menggelar sosialisasi anti-bullying di MI Hidayatul Mubtadi’in, Jumat (14/8/2026).

Mengusung tema “Ciptakan Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan”, kegiatan tersebut mengajak siswa memahami bahaya perundungan sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Divisi Pendidikan dan Keagamaan KKN MIT Ke-22 Posko 16 dan bertempat di kelas 3 MI Hidayatul Mubtadi’in.

Sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying serta mendorong terbentuknya lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan. Para siswa juga diajak memahami pentingnya menghormati teman, menghargai perbedaan, dan memiliki kepedulian terhadap orang-orang di sekitarnya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, dampak yang dapat dialami korban maupun pelaku, serta cara mencegah dan menghadapi tindakan bullying di lingkungan sekolah.

Materi disampaikan dengan metode interaktif yang disesuaikan dengan usia siswa. Selain pemaparan sederhana, mahasiswa KKN mengajak peserta mengikuti sesi tanya jawab, permainan edukatif, dan simulasi untuk membantu siswa memahami situasi perundungan melalui contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Koordinator Divisi Pendidikan dan Keagamaan KKN MIT Ke-22 Posko 16 mengatakan edukasi anti-bullying menjadi salah satu upaya untuk menanamkan karakter positif kepada anak sejak dini.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap siswa dapat memahami pentingnya bersikap baik kepada teman, saling menghargai, serta berani melaporkan jika melihat atau mengalami tindakan bullying. Sekolah yang aman dan nyaman dapat terwujud jika seluruh warga sekolah saling mendukung dan menghormati,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat aktif mengikuti diskusi dan menjawab pertanyaan yang diberikan mahasiswa KKN. Antusiasme peserta juga terlihat ketika mengikuti permainan dan simulasi yang menjadi bagian dari penyampaian materi.

Di akhir kegiatan, siswa diajak membuat komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ramah, aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan keberanian kepada siswa untuk menolak bullying serta peduli terhadap teman.

Pihak MI Hidayatul Mubtadi’in memberikan sambutan positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN. Sosialisasi anti-bullying dinilai dapat menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk mengenali perilaku perundungan sekaligus memahami pentingnya membangun hubungan yang sehat dengan teman sebaya.

Kegiatan berlangsung lancar dan interaktif hingga selesai. Mahasiswa KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 16 berharap edukasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui penguatan sikap saling menghormati, kepedulian, dan keberanian untuk bersuara, kegiatan ini diharapkan turut mendukung terciptanya suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa MI Hidayatul Mubtadi’in.

Penulis: Mahasiswa KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Posko 16
Editor: R. D. Pramesti

Exit mobile version