
BOYOLALI, Jatengnews.id — Kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengumpulkan sampah bernilai jual mulai tumbuh di sejumlah dusun di Desa Repaking, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali.
Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini dikumpulkan dan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan bank sampah yang dikelola Karang Taruna Dusun Repaking.
Namun, semangat warga dalam menyetorkan sampah belum sepenuhnya diimbangi dengan sistem administrasi yang tertib. Pengelola bank sampah masih menghadapi kendala dalam pencatatan jumlah sampah, hasil penjualan, saldo, hingga riwayat transaksi warga.
Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) yang bertugas di Desa Repaking menghadirkan program pembuatan sistem pencatatan keuangan bank sampah berbasis kas.
Program tersebut dilaksanakan melalui sosialisasi dan praktik langsung bersama pengelola bank sampah yang berasal dari Karang Taruna Dusun Repaking pada Minggu (9/8/2026).
Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai pentingnya pembukuan yang tertib bagi keberlangsungan pengelolaan bank sampah. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa pencatatan yang sistematis tidak hanya membantu pengelola melakukan rekapitulasi data, tetapi juga dapat meningkatkan transparansi antara pengelola dan masyarakat yang menyetorkan sampah.
Setelah sesi pemaparan, anggota Karang Taruna diajak mempraktikkan secara langsung sistem pencatatan yang telah disiapkan. Peserta belajar memasukkan berbagai informasi, mulai dari jenis sampah, berat atau jumlah setoran, harga per kilogram, hingga total uang yang diperoleh dari hasil penjualan.
Praktik tersebut dilakukan agar pengelola tidak hanya memahami sistem secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kegiatan operasional bank sampah sehari-hari.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Sejumlah anggota Karang Taruna aktif mengajukan pertanyaan mengenai cara pengisian data hingga langkah yang perlu dilakukan apabila ditemukan perbedaan atau selisih antara catatan dan transaksi.
Mahasiswa kemudian memberikan simulasi penyelesaian sehingga pengelola dapat memahami cara melakukan pengecekan dan memperbaiki pencatatan secara tepat.
Dalam program tersebut, Mahasiswa KKN Tim II Undip menghasilkan dua luaran utama, yakni Standar Operasional Prosedur (SOP) pencatatan menggunakan Microsoft Excel dan buku pembukuan digital berbasis Excel.
SOP tersebut memuat tahapan pencatatan secara sistematis, mulai dari pendataan setoran sampah, perhitungan hasil penjualan, hingga pencatatan dan pelaporan saldo kas bank sampah.
Sementara itu, buku pembukuan digital dirancang untuk membantu pengelola menyimpan data transaksi secara lebih rapi dan mudah direkap. Sistem tersebut diharapkan dapat digunakan secara berkelanjutan meskipun kegiatan KKN telah berakhir.
Dengan adanya sistem administrasi yang lebih terstruktur, pengelola bank sampah diharapkan dapat meminimalkan kesalahan pencatatan, mempermudah pemantauan keuangan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan bank sampah di Dusun Repaking.
Tidak hanya berdampak pada aspek administrasi, program tersebut juga mendukung upaya pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi. Sampah yang dipilah dan dikumpulkan dapat dijual sehingga memberikan manfaat finansial sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Pengelolaan sampah yang dilakukan secara terencana dan tercatat diharapkan dapat mendorong masyarakat menerapkan pola pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih bertanggung jawab.
Melalui program ini, Mahasiswa KKN Tim II Undip berharap Karang Taruna Dusun Repaking dapat terus mengembangkan bank sampah secara mandiri dengan dukungan administrasi yang tertib.
Ke depan, sistem pencatatan berbasis Excel tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan bank sampah yang lebih profesional, transparan, dan berkelanjutan di Desa Repaking. Dengan demikian, sampah tidak hanya berakhir sebagai limbah, tetapi juga dapat diolah menjadi sumber nilai ekonomi bagi masyarakat.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi