
BATANG, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tragung, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, untuk mengelola keuntungan usaha secara lebih produktif.
Upaya tersebut dilakukan Graciella Salianto melalui program multidisiplin bertajuk “Optimalisasi Surplus Usaha melalui Alokasi Laba Produktif”. Program diwujudkan melalui kegiatan pencerdasan “Penguatan Iklim Investasi” yang dilaksanakan secara door-to-door pada 2–4 Agustus 2026.
Kegiatan menyasar tiga UMKM dengan karakteristik usaha yang berbeda, yakni usaha kayu jati, salon kecantikan, dan usaha telur asin. Pendekatan secara langsung dipilih agar materi dapat disampaikan secara personal sekaligus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM diajak memahami bahwa keuntungan usaha tidak hanya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat dialokasikan secara produktif guna mendukung keberlanjutan dan pengembangan bisnis.
Graciella memberikan pemahaman mengenai pentingnya menyisihkan sebagian surplus usaha untuk tujuan produktif serta membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih terencana. Para pelaku usaha juga diajak mempertimbangkan kondisi keuangan, tujuan usaha, kemampuan menanggung risiko, hingga kebutuhan pengembangan bisnis sebelum menentukan pilihan investasi.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dikemas dalam bentuk diskusi dua arah. Graciella mengunjungi satu per satu pelaku UMKM sehingga materi yang diberikan dapat langsung dikaitkan dengan kondisi usaha yang mereka jalankan.
Dari diskusi tersebut, muncul beragam pandangan mengenai pilihan investasi yang dianggap sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Salah satunya disampaikan Mba Cimon, pengusaha salon kecantikan. Ia menilai emas menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik karena relatif fleksibel ketika membutuhkan dana.
“Kalau emas kapan kita membutuhkan bisa menjualnya, jadi tidak perlu menunggu berapa bulan. Ya, enak juga sih kalau emas,” ujar Mba Cimon saat mengikuti pencerdasan pada 3 Agustus 2026.
Sementara itu, Bu Rumati, pelaku usaha telur asin, mengungkapkan ketertarikannya terhadap investasi dalam bentuk aset seperti tanah, sawah, kebun, maupun pekarangan.
Menurutnya, aset tersebut tidak hanya berpotensi memberikan nilai ekonomi dalam jangka panjang, tetapi juga dapat dimanfaatkan dan diwariskan untuk kepentingan keluarga.
“Yang ingin saya lakukan bisa investasi tanah, sawah, atau kebun, pekarangan, kan bisa ditempati anak cucu. Semakin lama kan tanah harganya makin mahal, Mbak,” ungkap Bu Rumati pada 4 Agustus 2026.
Beragam tanggapan tersebut menunjukkan bahwa literasi investasi dapat membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk mulai memikirkan pengelolaan keuntungan secara lebih strategis. Pilihan investasi pun tidak harus seragam karena setiap pelaku usaha memiliki kondisi keuangan, kebutuhan modal, karakteristik pendapatan, serta tujuan masa depan yang berbeda.
Selain memberikan pencerdasan secara langsung, mahasiswa KKN juga menyiapkan materi dan modul pembelajaran “Penguatan Iklim Investasi” yang dapat digunakan sebagai bahan edukasi lanjutan. Materi tersebut memuat pembelajaran mengenai pengelolaan surplus usaha dan strategi mengalokasikan laba secara produktif.
Program ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM Desa Tragung membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih terarah. Dengan demikian, keuntungan usaha tidak hanya habis untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga dapat menjadi modal untuk memperkuat dan mengembangkan usaha pada masa mendatang.
Melalui program “Optimalisasi Surplus Usaha melalui Alokasi Laba Produktif”, KKN Tim II Undip berupaya berkontribusi dalam menciptakan iklim investasi yang lebih baik di tingkat UMKM. Pendekatan edukatif dan personal diharapkan mampu meningkatkan pemahaman pelaku usaha dalam mengambil keputusan keuangan secara bijak, terencana, dan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program kerja KKN Tim II Universitas Diponegoro di Desa Tragung. Edukasi pengelolaan surplus usaha diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk memperkuat ketahanan usaha sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis secara berkelanjutan.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi