Beranda Daerah Sempat Dihadang Polisi, Massa BEM Sera Akhirnya Gelar Aksi di Tugu Muda...

Sempat Dihadang Polisi, Massa BEM Sera Akhirnya Gelar Aksi di Tugu Muda Semarang

Polisi meminta mahasiswa tidak melanjutkan perjalanan dengan alasan aksi berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan menyebabkan kemacetan

Demo BEM Semarang Raya (BEM Sera) Rabu (26/8/2026). (Foto: Kamal)
Demo BEM Semarang Raya (BEM Sera) Rabu (26/8/2026). (Foto: Kamal)

SEMARANG, Jatengnews.id – Massa BEM Semarang Raya (BEM Sera) akhirnya diperbolehkan melanjutkan perjalanan menuju Tugu Muda, Kota Semarang, setelah sempat dihadang aparat kepolisian di Jalan Pemuda, Rabu (26/8/2026) sore.

Sebelumnya, massa yang hendak menuju Tugu Muda tertahan di depan DP Mall Semarang. Polisi meminta mahasiswa tidak melanjutkan perjalanan dengan alasan aksi berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan menyebabkan kemacetan.

Negosiasi antara mahasiswa dan aparat sempat berlangsung. Namun, hingga sekitar pukul 16.40 WIB, massa masih belum diperbolehkan melintas.

Situasi kemudian sempat memanas ketika massa mahasiswa mendesak maju dan terjadi aksi saling dorong dengan polisi.

Setelah proses negosiasi dan pengamanan di lapangan, sekitar pukul 17.30 WIB polisi akhirnya memperbolehkan massa melanjutkan perjalanan menuju Tugu Muda.

Izin tersebut diberikan dengan sejumlah kesepakatan. Mahasiswa diminta menjaga ketertiban, tidak melakukan blokade jalan, serta menyelesaikan kegiatan sebelum pukul 18.00 WIB.

Massa kemudian bergerak menuju Simpang Tugu Muda. Sekitar pukul 17.50 WIB, mereka tiba di depan Museum Mandala Bhakti.

Setibanya di lokasi, mahasiswa langsung menyampaikan lima tuntutan yang menjadi agenda aksi BEM Sera.

Lima tuntutan tersebut dikenal sebagai Panca Tuntutan Rakyat atau Pantura. Isinya yakni menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan menstabilkan nilai tukar rupiah, mengembalikan TNI dan Polri ke fungsi utama, serta mengevaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menghentikan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Mahasiswa juga menuntut pengembalian kepemilikan tanah kepada rakyat dan revitalisasi segera wilayah terdampak bencana.

Tuntutan terakhir adalah menghentikan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di lingkungan pemerintahan.

Sebelum diperbolehkan menuju Tugu Muda, perwakilan BEM Sera, Rangga, mengatakan lokasi tersebut sengaja dipilih karena mahasiswa merasa tuntutan mereka selama ini tidak didengar pemerintah.

Menurutnya, Tugu Muda juga memiliki nilai historis karena menjadi simbol perjuangan pemuda dan masyarakat Semarang dalam Pertempuran Lima Hari pada 1945.

“Karena sampai hari ini poin tuntutan kita yang kita aksi di depan kantor DPR maupun kantor gubernur itu tidak mau didengar oleh pemerintah maupun digubris oleh pemerintah,” kata Rangga, mahasiswa Undip.

Rangga mengatakan pemilihan Tugu Muda merupakan upaya mahasiswa membawa aksi ke ruang publik yang memiliki makna sejarah.

Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk gebrakan setelah aksi sebelumnya dilakukan di depan kantor pemerintahan.

Mahasiswa juga melakukan tabur bunga sebagai simbol berkabung atas kondisi negara yang mereka nilai masih menghadapi berbagai persoalan.

Setelah menyampaikan tuntutan, massa kemudian berputar satu kali mengelilingi Simpang Tugu Muda.

Sekitar pukul 18.09 WIB, massa BEM Sera membubarkan diri dan meninggalkan kawasan tersebut.

Meski sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dan polisi di Jalan Pemuda, massa akhirnya dapat menyampaikan tuntutan mereka di Tugu Muda hingga kemudian membubarkan diri secara tertib.




Penulis  : Muhammad Kamal

Editor     : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version