KARANGANYAR, Jatengnews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Karanganyar, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau. Pemkab Karanganyar melalui BPBD dan PDAM diminta menyiapkan layanan dropping air bersih bagi wilayah yang terdampak.
Direktur PDAM Karanganyar, Agung Wibisono, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi apabila kondisi kekeringan semakin parah. Salah satunya dengan mengoptimalkan instalasi pengolahan air (IPA) serta sumber air dari sumur yang tersebar di 17 titik.
“Untuk dropping mungkin itu alternatif. Pelayanan kami akan optimalkan yang ada di IPA dan sumur-sumur kami di 17 titik,” kata Agung, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, layanan dropping air bersih tetap disiapkan sebagai langkah alternatif apabila sewaktu-waktu terdapat wilayah yang membutuhkan pasokan air. PDAM juga siap berkoordinasi dengan BPBD serta pemerintah desa maupun kelurahan dalam pelaksanaannya.
“Siap untuk dropping air. Kita koordinasi dengan bagian-bagian terkait seperti BPBD, mungkin Pak Lurah. Kalau PDAM melayani tempat di situ, kita akan layani,” jelasnya.
Saat ini PDAM Karanganyar memiliki tiga armada tangki air, meski baru dua armada yang aktif. Dengan kondisi tersebut, kemampuan distribusi diperkirakan mencapai sekitar 10 tangki per hari, tergantung jarak lokasi yang menjadi sasaran dropping.
“Kalau tergantung jarak, mungkin bisa 10 tangki. Kalau jaraknya 10 sampai 15 kilometer mungkin bisa,” ujar Agung.
Meski telah menyiapkan langkah antisipasi, hingga Kamis (27/8/2026) belum ada permintaan dropping air untuk penanganan kekeringan di wilayah Karanganyar.
Layanan dropping yang dilakukan PDAM dalam beberapa waktu terakhir juga bukan disebabkan kekeringan, melainkan untuk mengantisipasi gangguan pelayanan akibat kerusakan jaringan pipa di Jalan Lawu.
Pipa tersebut terdampak pekerjaan pelebaran jalan di kawasan pertigaan Bejen ke arah timur. Akibat gangguan itu, PDAM melakukan dropping air ke sejumlah wilayah terdampak.
“Hari ini kita kirim dua tangki, ke Kadipiro dan Tegal Asri,” ungkap Agung.
PDAM menargetkan perbaikan jaringan pipa dapat diselesaikan pada hari yang sama sehingga aliran air kepada pelanggan kembali normal.
Di sisi lain, Agung memastikan pelayanan air bersih kepada pelanggan PDAM masih dalam kondisi aman di tengah musim kemarau. Penurunan debit sumber air di kawasan lereng Gunung Lawu hingga saat ini dinilai belum signifikan.
“Untuk saat ini belum mengalami dampak kekeringan. Debit kami yang ada di lereng Gunung Lawu penurunannya masih sedikit. Masih mampu untuk melayani pelanggan-pelanggan kami,” pungkasnya.
Agung menyebut kondisi sumber air yang dimiliki PDAM saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan sekitar 80 ribu pelanggan di Kabupaten Karanganyar.
Dengan kondisi sumber air yang relatif aman serta kesiapan armada tangki, PDAM Karanganyar menyatakan siap menghadapi kemungkinan meningkatnya kebutuhan air bersih apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka N
