Semarang, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 02 Kelurahan Gedanganak mengikuti praktik pembuatan tahu bakso dan bakso bersama pelaku UMKM di Kelurahan Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jumat (14/08/2026).
Kegiatan yang berlangsung di rumah Bapak Eko Munawar, pemilik usaha Tahu Bakso dan Bakso Farika, tersebut menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan sekaligus pengenalan proses produksi makanan kepada mahasiswa.
Kegiatan yang berlokasi di Jl. Gedang Ambon II RT 01 RW 08 itu diikuti oleh Eko Munawar bersama istrinya dan sejumlah mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 02. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengamati proses produksi, tetapi turut terlibat secara langsung dalam pembuatan tahu bakso dan bakso.
Praktik dimulai dengan menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan. Peserta kemudian mengikuti proses pengolahan adonan hingga memperoleh tekstur yang sesuai, membentuk bakso, mengisi adonan ke dalam tahu, hingga melakukan proses perebusan.
Melalui praktik langsung tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman mengenai tahapan produksi makanan sekaligus memahami pentingnya ketelitian dan kebersihan dalam menghasilkan produk pangan yang berkualitas.
Selain mempelajari proses produksi, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menggali potensi pengembangan usaha yang dijalankan masyarakat. Tahu bakso dan bakso dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan karena merupakan produk makanan yang dekat dengan masyarakat dan memiliki pasar yang cukup luas.
Dalam diskusi bersama pelaku UMKM, mahasiswa turut melihat sejumlah aspek yang dapat diperhatikan dalam pengembangan produk, mulai dari kualitas bahan dan rasa, kebersihan proses produksi, tampilan produk, hingga kemasan.
Inovasi produk juga dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya tarik di tengah beragamnya usaha kuliner. Produk dapat dikembangkan dengan mempertahankan kualitas rasa sekaligus menyesuaikan kemasan dan kebutuhan konsumen.
Bagi mahasiswa KKN, pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai aktivitas usaha yang dijalankan secara langsung oleh masyarakat. Mereka dapat melihat bahwa proses membangun usaha tidak hanya membutuhkan keterampilan produksi, tetapi juga ketelitian, konsistensi, inovasi, dan kemampuan membaca peluang pasar.
Sementara bagi pelaku UMKM, kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman dengan mahasiswa mengenai pengolahan makanan dan potensi pengembangan produk. Interaksi selama kegiatan juga membuka ruang komunikasi antara mahasiswa KKN dan pelaku usaha di Kelurahan Gedanganak.
Antusiasme peserta terlihat selama praktik berlangsung. Keterlibatan mahasiswa dalam setiap tahapan produksi membuat kegiatan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi memberikan pengalaman nyata mengenai proses dan tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usaha makanan.
Melalui kegiatan pembuatan tahu bakso dan bakso tersebut, mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 02 berharap pengalaman yang diperoleh dapat menumbuhkan semangat berwirausaha serta memperluas wawasan mengenai pengembangan UMKM berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran kewirausahaan dapat dilakukan melalui interaksi langsung dengan pelaku usaha di lingkungan masyarakat. Keterampilan, kemauan belajar, kreativitas, dan konsistensi menjadi bagian penting dalam mengembangkan produk lokal agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 02
Editor: R. D. Pramesti





