
Semarang, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Arunika menggelar edukasi “Stop Bullying” di tiga sekolah di Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, pada Selasa-Kamis (28–30/07/2026).
Kegiatan melalui program KKN Mengajar tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang bullying serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Edukasi pertama berlangsung di SD Negeri 01 Gedanganak, Selasa (28/07/2026), dengan sasaran siswa kelas 1 hingga kelas 6. Mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai bentuk dan dampak bullying melalui permainan edukatif dan kegiatan bernyanyi.
Kegiatan berlanjut di SD Negeri 03 Gedanganak, Rabu (29/07/2026), dengan peserta siswa kelas 3 hingga kelas 5. Siswa diajak mengenali tindakan perundungan dan memahami pentingnya menghargai teman melalui metode pembelajaran yang interaktif.
Pada hari terakhir, Kamis (30/07/2026), edukasi dilaksanakan di MIS Gedanganak untuk siswa kelas 4. Selain materi Stop Bullying, mahasiswa KKN mengenalkan mindfulness sederhana untuk membantu siswa mengenali perasaan dan mengelola emosi.
“Setiap orang berhak diperlakukan dengan baik dan dihargai. Kami juga mengajak mereka untuk lebih peduli terhadap teman, tidak melakukan perundungan, serta berani menyampaikan kepada guru atau orang dewasa jika melihat maupun mengalami bullying,” ujar Nayla Saada, mahasiswa KKN MIT Arunika.
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga didorong untuk berani mencari bantuan apabila mengalami atau menyaksikan bullying. Mahasiswa KKN menekankan bahwa pencegahan perundungan membutuhkan kepedulian bersama, baik dari siswa, guru, maupun lingkungan sekolah.
Penggunaan permainan, nyanyian, dan mindfulness membuat edukasi berlangsung lebih aktif dan sesuai dengan karakteristik anak. Melalui kegiatan ini, KKN MIT Arunika berharap siswa dapat menerapkan sikap saling menghargai dan peduli terhadap teman dalam kehidupan sehari-hari.
Program KKN Mengajar tersebut menjadi salah satu kontribusi KKN MIT Arunika dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah dan aman bagi anak. Edukasi anti-bullying diharapkan dapat membantu membangun budaya sekolah yang bebas dari perundungan.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 2
Editor: R. D. Pramesti