Beranda Daerah Lewat Film dan “Pohon Ungkapan”, KKN UIN Walisongo Tanamkan Nilai Anti-Bullying di...

Lewat Film dan “Pohon Ungkapan”, KKN UIN Walisongo Tanamkan Nilai Anti-Bullying di SDN 1 Lumansari

anti bullying KKN UIN WS
Mahasiswa KKN MIT Posko 179 UIN Walisongo Semarang bersama siswa SDN 1 Lumansari saat mengikuti sosialisasi anti-bullying melalui aktivitas “Pohon Ungkapan”, Kamis (13/08/2026) (Foto: Dok KKN).

Kendal, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Posko 179 UIN Walisongo Semarang menggelar sosialisasi anti-bullying kepada 29 siswa SDN 1 Lumansari, Desa Lumansari, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Kamis (13/08/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja KKN untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang perundungan dan membangun lingkungan sekolah yang aman serta saling menghargai.

Kegiatan dikemas secara interaktif agar materi mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Mahasiswa KKN menjelaskan berbagai hal mengenai bullying, mulai dari pengertian, bentuk-bentuk perundungan, dampak terhadap korban, hingga langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami atau menyaksikan tindakan bullying.

Para siswa juga diajak memahami bahwa tindakan mengejek, mengucilkan, memberikan julukan yang tidak disukai, hingga melakukan kekerasan fisik tidak dapat dianggap sebagai candaan apabila menimbulkan rasa sakit atau ketidaknyamanan bagi orang lain.

Selain penyampaian materi, mahasiswa KKN menggunakan film pendek bertema bullying sebagai media edukasi. Melalui tayangan tersebut, siswa diperlihatkan contoh perilaku perundungan beserta dampak yang dapat dialami korban.

Setelah pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi. Siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan mengidentifikasi pesan yang terdapat dalam film. Diskusi tersebut juga mendorong siswa untuk lebih peka terhadap tindakan perundungan yang mungkin terjadi di lingkungan sekitar.

Mahasiswa KKN kemudian mengajak siswa mengikuti aktivitas “Pohon Ungkapan”. Dalam kegiatan ini, siswa menuliskan pengalaman, perasaan, maupun dampak yang berkaitan dengan bullying pada kertas yang telah disediakan. Kertas tersebut kemudian ditempelkan pada media pohon ungkapan.

Aktivitas tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk berani mengungkapkan perasaan sekaligus memahami bahwa setiap orang memiliki pengalaman dan perasaan yang perlu dihargai.

Pihak SDN 1 Lumansari menyambut baik pelaksanaan sosialisasi anti-bullying yang diberikan mahasiswa KKN MIT Posko 179. Menurut pihak sekolah, edukasi mengenai perundungan penting diberikan sejak dini agar siswa memahami batas antara candaan dan tindakan yang dapat menyakiti orang lain.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN MIT Posko 179. Sosialisasi seperti ini penting diberikan kepada anak-anak sejak dini agar mereka dapat memahami bahwa bullying bukanlah sesuatu yang boleh dianggap sebagai candaan. Kami berharap setelah kegiatan ini siswa dapat lebih menghargai dan menyayangi teman-temannya,” ujar pihak SDN 1 Lumansari.

Ketua Pelaksana kegiatan, Ziadatul Nur Qholishoh, mengatakan sosialisasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai pengertian bullying. Siswa juga diharapkan memiliki keberanian untuk bersikap ketika melihat maupun mengalami tindakan perundungan.

“Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini, siswa tidak hanya mengetahui apa itu bullying, tetapi juga mampu menjadi teman yang saling menjaga, berani mengatakan tidak pada bullying, dan berani melapor kepada guru atau orang dewasa ketika melihat maupun mengalami perundungan,” ungkap Ziadatul.

Melalui kegiatan tersebut, KKN MIT Posko 179 UIN Walisongo Semarang berupaya menanamkan nilai empati, kepedulian, toleransi, dan sikap saling menghargai kepada siswa sekolah dasar.

Edukasi anti-bullying diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN MIT Posko 179 UIN Walisongo
Editor: R. D. Pramesti

Exit mobile version