Beranda Pendidikan Cegah Penyebaran Kuman, KKN UPGRIS Kelompok 38 Tanamkan Kebiasaan Cuci Tangan Sejak...

Cegah Penyebaran Kuman, KKN UPGRIS Kelompok 38 Tanamkan Kebiasaan Cuci Tangan Sejak Dini

Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak usia dini.

kkn upgris
Mahasiswa KKN UPGRIS bersama siswa TK Al Asyhar Desa Jamus Sayangan Mranggen Demak (Foto:ist)

DEMAK, Jatengnews.id  – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 38 mengedukasi siswa TK Al-Asyhar tentang pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun di Desa Jamus Sayangan RT 15/RW 05, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Selasa (11/8/2026).

Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak usia dini. Kebiasaan mencuci tangan dinilai penting untuk menjaga kebersihan diri sekaligus membantu mencegah penyebaran kuman dan penyakit.

Kegiatan dikemas dengan metode yang menyenangkan agar mudah diterima oleh anak-anak. Mahasiswa KKN mengawali kegiatan dengan perkenalan dan ice breaking sebelum mengajak siswa mengenal langkah-langkah mencuci tangan yang benar melalui lagu dan gerakan.

Melalui metode bernyanyi dan bergerak, siswa diajak mengingat tahapan mencuci tangan secara lebih mudah. Mahasiswa KKN juga memberikan contoh secara langsung di depan kelas, kemudian mengajak anak-anak mempraktikkannya secara bersama-sama.

Praktik dimulai dengan membasahi tangan dan menggunakan sabun, kemudian menggosok telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, ibu jari, serta bagian ujung jari sebelum membilasnya menggunakan air mengalir.

Rika, salah satu mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 38, mengatakan kebiasaan mencuci tangan sebaiknya diperkenalkan sejak anak masih berada pada usia dini.

“Kami sengaja mengemas edukasi ini lewat lagu supaya anak-anak tidak merasa sedang diceramahi, tetapi justru senang dan mudah mengingat langkah-langkahnya,” kata Rika.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada kemampuan anak dalam menghafal gerakan atau lagu cuci tangan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap anak-anak tidak hanya hafal langkah-langkahnya, tetapi juga terbiasa mencuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah melakukan aktivitas,” lanjutnya.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Anak-anak mengikuti lagu sambil menirukan gerakan yang diperagakan mahasiswa KKN. Mereka kemudian mempraktikkan gerakan mencuci tangan secara bersama-sama dengan pendampingan mahasiswa dan guru.

Kepala Sekolah sekaligus guru TK Al-Asyhar, Bekti Wulansari, S.Pd., menyambut baik kegiatan edukasi tersebut. Menurutnya, penyampaian materi dengan cara yang menyenangkan membuat anak-anak lebih mudah mengikuti dan memahami pesan yang diberikan.

“Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan seperti ini. Anak-anak jadi lebih semangat belajar cuci tangan karena dikemas dengan cara yang menyenangkan. Semoga kebiasaan baik ini bisa terus dibawa sampai di rumah,” ujar Bekti.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 38 dalam mendukung peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat di Desa Jamus.

Melalui edukasi yang diberikan sejak usia dini, mahasiswa berharap kebiasaan hidup bersih dan sehat dapat tumbuh serta diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis : Tim Mahasiswa KKN

Editor : Jaka N

Exit mobile version