Beranda Daerah Piodalan Pura Pasekan Agung Datangkan 12 Ribu Umat, Ekonomi Warga Karanganyar Ikut...

Piodalan Pura Pasekan Agung Datangkan 12 Ribu Umat, Ekonomi Warga Karanganyar Ikut Bergeliat

Gelaran selama beberapa hari itu turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan keagamaan beruoa Piodalan digelar di Pura Pasekan Agung Karanganyar.
Kegiatan keagamaan beruoa Piodalan digelar di Pura Pasekan Agung Karanganyar. (Foto: Iwan).

KARANGANYAR, Jatengnews.id – Kegiatan Piodalan di Pura Pasekan Agung, Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, tak hanya menjadi momentum ibadah umat Hindu asal Bali. Gelaran selama beberapa hari itu turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, mengatakan ribuan umat Hindu yang datang membuat usaha warga, termasuk penginapan dan UMKM, mengalami peningkatan aktivitas.

“Dampak ekonominya luar biasa. Kamar tempat penginapan warga itu sudah full, sampai akhirnya mereka mencari yang agak jauh dari lokasi ibadah,” kata Yopi, Sabtu (29/8/2026).

Menurutnya, efek ekonomi juga dirasakan pelaku UMKM melalui penjualan makanan, kebutuhan selama kegiatan hingga oleh-oleh.

“Selain kamar warga, UMKM juga berkembang. Jadi efek kegiatan keagamaan ini bagi Karanganyar nilainya tinggi sekali,” ujarnya.

Disparpora Karanganyar memperkirakan sedikitnya 12.000 umat Hindu datang selama enam hari pelaksanaan Piodalan. Jumlah tersebut dihitung dari rata-rata minimal 2.000 orang per hari, dengan kunjungan diperkirakan lebih tinggi pada puncak kegiatan.

Besarnya jumlah kunjungan bahkan membuat sebagian rombongan mencari penginapan hingga ke Kota Solo.

“Efeknya tidak hanya Karanganyar, otomatis Solo juga. Ada yang menginap di Solo,” katanya.

Melihat potensi tersebut, Pemkab Karanganyar berencana memasukkan Piodalan Pura Pasekan Agung dalam kalender event pariwisata daerah.

“Kalau kami dari Dinas Pariwisata, nanti masuk kalender event kami,” ujar Yopi.

Pemkab juga berencana meningkatkan pelayanan bagi umat Hindu yang datang, termasuk pengembangan kawasan sekitar pura dengan tetap memperhatikan kultur masyarakat setempat.

Selain itu, akses menuju pura dan fasilitas parkir bus menjadi perhatian. Yopi menyebut umat Hindu telah memiliki lahan di sekitar pura, tetapi akses masuk masih terbatas.

“Kalau akses masuk bisa dibangun sehingga bus bisa masuk sampai terminal, otomatis di situ juga bisa dibangun kios-kios yang memberdayakan warga,” jelasnya.

Menurut Yopi, pengembangan tersebut membutuhkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa. Ia menilai Piodalan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari wisata budaya dan religi Karanganyar.

“Efeknya tidak hanya pada fungsi keagamaan, tetapi juga ekonomi masyarakat dan pariwisata. Nilainya bagi Karanganyar sangat tinggi,” pungkasnya.

Penulis : Iwan Iswanda

Editor : Jaka N

Exit mobile version