Beranda Daerah Mahasiswa KKN-T 84 UNDIP Edukasi Karang Taruna Gebugan, Kenali Peluang Kerja Resmi...

Mahasiswa KKN-T 84 UNDIP Edukasi Karang Taruna Gebugan, Kenali Peluang Kerja Resmi ke Jepang

SSW merupakan status izin tinggal bagi pekerja asing yang memiliki keterampilan sesuai dengan bidang pekerjaan yang ditentukan oleh pemerintah Jepang.

Mahasiswa KKN-T 84 Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan sosialisasi kemasyarakatan kepada anggota Karang Taruna Krajan, Desa Gebugan pada 13 Agustus 2026
Mahasiswa KKN-T 84 Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan sosialisasi kemasyarakatan kepada anggota Karang Taruna Krajan, Desa Gebugan pada 13 Agustus 2026. (Foto : Dok Undip)

UNGARAN, Jatengnews.id – Peluang bekerja di Jepang semakin menarik perhatian generasi muda Indonesia. Namun, di balik peluang tersebut, calon pekerja perlu memiliki pengetahuan yang cukup agar tidak mudah tergiur tawaran kerja ilegal maupun informasi yang tidak jelas.

Hal inilah yang mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 84 Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar sosialisasi kepada anggota Karang Taruna Krajan, Desa Gebugan, pada 13 Agustus 2026.

Kegiatan bertajuk “Mengenali Peluang Kerja ke Jepang yang Resmi dan yang Perlu Diwaspadai” tersebut menjadi sarana edukasi bagi generasi muda Desa Gebugan untuk memahami berbagai jalur kerja ke Jepang sekaligus mengetahui tahapan dan persyaratan yang harus dipenuhi.

Dalam sosialisasi, peserta diperkenalkan dengan salah satu jalur kerja yang tersedia bagi tenaga asing di Jepang, yakni Specified Skilled Worker (SSW). SSW merupakan status izin tinggal bagi pekerja asing yang memiliki keterampilan sesuai dengan bidang pekerjaan yang ditentukan oleh pemerintah Jepang.

Selain SSW, peserta juga mendapatkan informasi mengenai jalur penempatan Government to Government (G to G) Jepang yang informasinya dikelola melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

Mahasiswa KKN-T 84 menjelaskan bahwa masing-masing jalur memiliki ketentuan dan mekanisme berbeda. Karena itu, calon pekerja perlu memahami program yang akan diikuti sebelum menentukan pilihan.

Pembahasan mengenai SSW menjadi salah satu materi utama. Peserta diperkenalkan dengan perkembangan kebijakan penerimaan tenaga kerja asing di Jepang serta pembagian SSW ke dalam dua tipe.

Materi tersebut disampaikan oleh Valen Anugrah Pratiwi, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang UNDIP. Ia berperan sebagai edukator yang memberikan pemahaman mengenai peluang kerja resmi, proses penempatan, hingga berbagai hal yang perlu diperhatikan calon pekerja.

Penyampaian materi berlangsung secara komunikatif. Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga dilibatkan dalam sesi interaktif untuk membahas berbagai pertanyaan seputar peluang bekerja di Jepang.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi dengar pendapat. Anggota Karang Taruna Krajan diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan, pengalaman, maupun informasi mengenai tawaran kerja ke Jepang yang pernah mereka temui.

Salah satu bagian yang menarik perhatian peserta adalah latihan mengenali lowongan kerja resmi dan palsu.

Dalam latihan tersebut, peserta diajak mengamati contoh informasi lowongan kerja kemudian mengidentifikasi sejumlah aspek penting yang perlu diperiksa. Di antaranya kejelasan perusahaan dan jenis pekerjaan, jalur penempatan, persyaratan, kontrak kerja, hingga biaya yang harus dikeluarkan.

Dengan metode tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga berlatih menyaring informasi dan menilai apakah sebuah tawaran kerja layak dipercaya atau justru perlu diwaspadai.

Mahasiswa KKN-T 84 juga menjelaskan bahwa calon pekerja melalui jalur SSW perlu memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk mengikuti ujian bahasa Jepang dan ujian keterampilan sesuai bidang pekerjaan. Terdapat pengecualian tertentu bagi peserta yang memenuhi ketentuan penyelesaian Technical Intern Training.

Setelah persyaratan terpenuhi, calon pekerja perlu mendapatkan pekerjaan dari perusahaan di Jepang. Sebelum berangkat, calon pekerja juga harus memahami isi kontrak, termasuk jenis pekerjaan, gaji, serta kondisi kerja yang akan dijalani.

Peserta turut diberikan gambaran bahwa proses keberangkatan ke Jepang tidak berlangsung secara instan. Setelah kontrak dan persyaratan terpenuhi, terdapat tahapan pengajuan Certificate of Eligibility (COE), pengajuan visa, hingga proses keberangkatan.

Penjelasan mengenai tahapan tersebut dinilai penting agar calon pekerja dapat membedakan proses penempatan yang memiliki prosedur jelas dengan tawaran yang hanya menjanjikan keberangkatan dalam waktu singkat.

Valen juga mengingatkan peserta agar tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan besarnya gaji yang ditawarkan.

“Melalui sosialisasi ini, saya berharap teman-teman Karang Taruna Krajan dapat lebih memahami bahwa bekerja ke Jepang memiliki proses dan persyaratan yang perlu dipenuhi. Selain mengenali peluang yang tersedia, penting juga untuk memastikan jalur penempatan, perusahaan, kontrak, serta informasi yang diterima agar tidak mudah terjebak pada tawaran kerja yang tidak resmi,” ujar Valen Anugrah Pratiwi.

Menurutnya, kehati-hatian menjadi bagian penting dalam merencanakan pekerjaan di luar negeri. Calon pekerja perlu memastikan pekerjaan dan perusahaan yang ditawarkan benar-benar jelas, mengetahui jalur penempatan, memeriksa kontrak serta biaya, dan mengikuti prosedur yang berlaku.

Sosialisasi yang digelar pada 13 Agustus 2026 tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-T 84 UNDIP dalam memberikan edukasi yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda di Desa Gebugan.

Melalui kombinasi penyampaian materi, sesi dengar pendapat, dan latihan mengenali lowongan kerja, anggota Karang Taruna Krajan tidak hanya memperoleh informasi mengenai peluang kerja di Jepang, tetapi juga dibekali kemampuan untuk lebih kritis dalam menilai informasi.

Pemahaman mengenai SSW, jalur penempatan, proses administrasi, hingga kemampuan membedakan lowongan resmi dan palsu diharapkan dapat menjadi bekal bagi generasi muda Desa Gebugan dalam mempersiapkan rencana bekerja di luar negeri secara lebih aman, matang, dan bertanggung jawab.








Penulis  : Tim Mahasiswa KKN

Editor     : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version