Beranda Daerah Manfaatkan Potensi Beras Lokal Desa Gebugan, KKN-T 84 UNDIP Kenalkan Inari Sushi...

Manfaatkan Potensi Beras Lokal Desa Gebugan, KKN-T 84 UNDIP Kenalkan Inari Sushi sebagai Kreasi Kuliner Jepang

Tak berhenti pada demonstrasi, mahasiswa KKN-T 84 UNDIP juga membagikan leaflet panduan pembuatan Inari Sushi kepada peserta.

Mahasiswa KKN-T 84 Universitas Diponegoro (Undip) memperkenalkan alternatif pemanfaatan beras lokal melalui edukasi pembuatan Inari Sushi kepada ibu-ibu PKK RT 02/RW 04, Dukuh Tegalmelik, pada Minggu (9/8/2026).
Mahasiswa KKN-T 84 Universitas Diponegoro (Undip) memperkenalkan alternatif pemanfaatan beras lokal melalui edukasi pembuatan Inari Sushi kepada ibu-ibu PKK RT 02/RW 04, Dukuh Tegalmelik, pada Minggu (9/8/2026). (Foto : Dok Undip)

UNGARAN, Jatengnews.id – Potensi pertanian Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, terus didorong untuk dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif. Salah satunya melalui pemanfaatan beras lokal yang diolah menjadi kuliner khas Jepang, Inari Sushi.

Inovasi tersebut diperkenalkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 84 Universitas Diponegoro (UNDIP) kepada ibu-ibu PKK RT 02/RW 04, Dukuh Tegalmelik, Desa Gebugan, pada Minggu (9/8/2026).

Kegiatan bertajuk “Pemanfaatan Beras Lokal sebagai Produk Kreatif: Edukasi Pembuatan Inari Sushi sebagai Inovasi Olahan Berbasis Budaya Jepang” tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN-T 84 UNDIP dalam mengenalkan alternatif pengolahan hasil pertanian sekaligus memperkenalkan budaya Jepang melalui pendekatan kuliner.

Program ini berangkat dari besarnya potensi pertanian yang dimiliki Desa Gebugan. Berdasarkan hasil kunjungan dan diskusi bersama Ketua Kelompok Tani Desa Gebugan, Maskur, sekitar 70 persen lahan pertanian di desa tersebut dimanfaatkan untuk tanaman padi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa beras memiliki peluang besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai bahan pangan pokok, tetapi juga menjadi bahan dasar berbagai produk olahan kreatif yang memiliki nilai tambah.

Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN-T 84 UNDIP memilih Inari Sushi sebagai salah satu contoh inovasi pengolahan beras lokal. Makanan Jepang tersebut dinilai menarik untuk diperkenalkan karena menggunakan nasi sebagai bahan utama dan memiliki proses penyajian yang relatif sederhana.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi secara bertahap mengenai Inari Sushi. Peserta terlebih dahulu dikenalkan dengan makanan tersebut, kemudian diberikan penjelasan mengenai proses memasukkan nasi ke dalam kulit Inari hingga penambahan berbagai topping.

Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan praktis agar peserta tidak hanya mengenal Inari Sushi sebagai makanan Jepang, tetapi juga memahami tahapan pembuatannya dan melihat peluang untuk mengolah nasi menjadi sajian dengan bentuk serta penyajian yang berbeda.

Untuk memperjelas proses pembuatan, mahasiswa turut menayangkan video tutorial pembuatan Inari Sushi. Peserta juga diperlihatkan contoh produk yang telah dibuat sebelumnya sehingga dapat melihat secara langsung bentuk dan hasil akhir makanan tersebut.

Tak berhenti pada demonstrasi, mahasiswa KKN-T 84 UNDIP juga membagikan leaflet panduan pembuatan Inari Sushi kepada peserta. Panduan tersebut berisi tahapan pembuatan yang dapat digunakan sebagai referensi apabila ibu-ibu PKK ingin mencoba kembali membuat Inari Sushi secara mandiri di rumah.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa inovasi pangan tidak selalu membutuhkan bahan baku yang sulit diperoleh. Bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar, seperti beras lokal, dapat dikembangkan menjadi produk dengan tampilan dan konsep yang lebih beragam.

Melalui pengolahan yang kreatif, beras yang selama ini identik sebagai makanan pokok dapat diperkenalkan dalam bentuk kuliner yang berbeda. Inari Sushi menjadi salah satu contoh bagaimana bahan pangan lokal dapat dipadukan dengan inspirasi kuliner dari budaya lain.

Selain memberikan pengetahuan mengenai pengolahan pangan, kegiatan tersebut juga menjadi media pengenalan budaya Jepang kepada masyarakat Desa Gebugan. Pengenalan dilakukan melalui kuliner sehingga materi dapat diterima dengan cara yang lebih sederhana, praktis, dan dekat dengan aktivitas sehari-hari.

Mahasiswa KKN-T 84 UNDIP berharap edukasi tersebut dapat membuka wawasan ibu-ibu PKK mengenai beragam kemungkinan pengembangan olahan berbasis beras. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk menciptakan produk pangan lain yang sesuai dengan potensi bahan baku lokal.

Dengan memanfaatkan potensi pertanian yang tersedia, masyarakat Desa Gebugan diharapkan tidak hanya mempertahankan beras sebagai komoditas pangan, tetapi juga mampu melihat peluang pengembangannya menjadi berbagai produk kreatif yang berpotensi memiliki nilai tambah.

Program edukasi Inari Sushi tersebut menjadi salah satu langkah sederhana mahasiswa KKN-T 84 UNDIP dalam menghubungkan potensi lokal, kreativitas pengolahan pangan, serta pengenalan budaya internasional kepada masyarakat.






Penulis  : Tim Mahasiswa KKN

Editor     : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version