
SEMARANG, Jatengnews.id — Mahasiswa KKNT-84 Universitas Diponegoro melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan UMKM Kopi Lempuyangan dan Sanggar Seni Kuda Lumping Dusun Bengkle.
Kegiatan ini berfokus pada penguatan identitas usaha, pemasaran digital, pemanfaatan limbah kopi, serta pengembangan potensi kesenian lokal agar mampu meningkatkan daya saing dan jangkauan masyarakat.
Pada UMKM Kopi Lempuyangan milik Pak Slamet Eko, mahasiswi Ekonomi Islam memberikan edukasi dan pendampingan terkait penguatan identitas produk, mulai dari pembuatan logo, kemasan yang informatif, hingga legalitas usaha melalui NIB (Nomor Induk Berusaha). Salah satu inovasi yang dilakukan adalah menciptakan nama merek “Ecoffee” sebagai identitas baru produk kopi milik Pak Slamet Eko.
Nama tersebut diadaptasi dari nama pemilik, Eko, dan dipadukan dengan kata coffee sehingga menghasilkan identitas merek yang lebih sederhana, mudah diingat, dan relevan dengan produk yang dipasarkan.
Selain pengembangan merek, mahasiswa turut membantu menyediakan kemasan yang lebih informatif serta membuat toko marketplace sebagai sarana pemasaran digital. Luaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan profesionalitas produk, memperkuat identitas Ecoffee, serta memperluas akses pemasaran Kopi Lempuyangan kepada konsumen.
Selain itu, mahasiswa Administrasi Bisnis turut melaksanakan program pemanfaatan limbah pada UMKM kopi melalui edukasi pengolahan kulit kopi menjadi briket bernilai tambah. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan limbah kulit kopi yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal menjadi produk yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar.
Mahasiswa juga menghasilkan prototype briket sebagai bentuk penerapan dari edukasi yang diberikan, sehingga diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku UMKM dalam memanfaatkan limbah hasil produksi kopi.
Sementara itu, pendampingan pada Sanggar Seni Kuda Lumping Dusun Bengkle menghasilkan optimalisasi titik Google Maps/Google Business Profile yang dilengkapi informasi mengenai sanggar, sehingga keberadaannya lebih mudah ditemukan oleh masyarakat.
Mahasiswa juga menghasilkan desain kostum untuk pemusik sebagai referensi pengembangan tampilan dan identitas visual sanggar. Melalui program tersebut, KKNT-84 Undip berupaya menghadirkan luaran nyata yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung perkembangan ekonomi dan kesenian lokal.
Pada bidang kesenian, mahasiswa juga melaksanakan edukasi tata kelola penyewaan jasa Kesenian Kuda Lumping Bengkle melalui penyusunan SOP administrasi bersama Pak Wahyudi selaku pengelola. SOP tersebut disusun untuk membantu mengatur alur penyewaan secara lebih terstruktur, mulai dari penerimaan pesanan, pencatatan data penyewa, pembayaran, hingga konfirmasi penyewaan.
Melalui program ini, diharapkan pengelolaan administrasi Kesenian Kuda Lumping Bengkle menjadi lebih tertib dan mudah diterapkan dalam kegiatan penyewaan selanjutnya.
Melalui rangkaian program tersebut, mahasiswa KKNT-84 Undip tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga menghadirkan luaran konkret berupa identitas merek Ecoffee, logo dan kemasan informatif, NIB, toko marketplace, prototype briket kulit kopi, optimalisasi Google Business Profile, desain kostum pemusik, serta SOP administrasi penyewaan kesenian.
Berbagai luaran tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan masyarakat sebagai langkah awal dalam mengembangkan potensi ekonomi dan budaya lokal Desa Gebugan secara berkelanjutan.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi