
KAB SEMARANG, Jatengnews.id — Digitalisasi mulai membawa perubahan nyata bagi UMKM Triple A Doughnut di Dusun Segeni RT 05 RW 01, Desa Pagersari, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
Hanya sekitar 12 hari setelah didaftarkan ke Google Maps oleh mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 12, toko tersebut sudah mendapatkan pembeli yang datang setelah menemukan lokasinya melalui pencarian online.
Pengalaman itu menjadi kejutan bagi pemilik Triple A Doughnut, Astiwi Dwi Jayanti. Sebelumnya, ia tidak menyangka keberadaan usahanya bisa ditemukan pelanggan melalui aplikasi peta digital.
“Kaget juga waktu itu, tiba-tiba ada yang datang ke toko bilang nemu dari Google Maps. Kami aja baru tahu kalau bisa gitu, soalnya sebelumnya emang gak ngerti caranya usaha kami bisa muncul di sana,” ujar Astiwi.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu hasil dari pendampingan digitalisasi usaha yang dilakukan mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 12. Selain membantu mendaftarkan lokasi usaha ke Google Maps, mahasiswa juga membuatkan logo dan QRIS untuk mendukung aktivitas pemasaran serta transaksi digital.
Tak hanya mendatangkan pembeli, penggunaan QRIS juga mulai menjadi bagian dari transaksi Triple A Doughnut.
Suami Astiwi, Sulistyo Septyantoro, mengatakan penggunaan pembayaran digital terasa ketika mereka berjualan dalam sebuah acara kesenian reog beberapa waktu lalu.
“Pas ada acara reog kemarin, saya lihat-lihat lagi ternyata sekitar 40 persen penjualan masuknya lewat QRIS. Sekarang orang emang udah pada terbiasa bayar pakai QRIS, jadi ya kita juga harus ikut mengikuti zaman kalau mau usahanya tetap jalan,” kata Sulistyo.
Menurut Sulistyo, kebiasaan masyarakat menggunakan pembayaran digital membuat pelaku UMKM perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.
Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa digitalisasi tidak berhenti pada pembuatan akun atau pemasangan fasilitas pembayaran. Ketika benar-benar digunakan, platform digital dapat membantu pelanggan menemukan lokasi usaha sekaligus mempermudah proses transaksi.
Perwakilan bidang kewirausahaan KKN UPGRIS Kelompok 12, Bagas Arjuna Wahyu, mengaku senang melihat hasil pendampingan yang mereka lakukan mulai memberikan dampak langsung.
“Seneng banget pas tahu Google Maps-nya beneran kepake sampai ada pembeli yang datang langsung. QRIS-nya juga gitu, udah hampir separuh transaksi lewat situ. Jadi logo, Maps, QRIS yang kami bikin itu emang beneran jalan buat promosi, bukan cuma pelengkap doang,” ujar Bagas.
Bagi mahasiswa KKN, respons dari pelaku usaha tersebut menjadi indikator bahwa pendampingan digitalisasi UMKM dapat memberikan manfaat yang terukur dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
Triple A Doughnut diharapkan dapat terus mengembangkan pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar dan memudahkan pelanggan.
Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 12 juga berharap pengalaman tersebut dapat menjadi contoh bagi UMKM lain di Desa Pagersari agar mulai memanfaatkan berbagai platform digital untuk mendukung perkembangan usaha.
Penyerahan QRIS secara resmi kepada Triple A Doughnut dilakukan pada Senin (31/8/2026), melengkapi rangkaian pendampingan digitalisasi yang sebelumnya telah dilakukan mahasiswa KKN.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Jaka N