SEMARANG, Jatengnews.id — Solidaritas masyarakat Jawa Tengah untuk warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali diwujudkan melalui pengiriman bantuan. Sebanyak lima truk logistik diberangkatkan dalam pengiriman tahap kedua, Selasa (1/9/2026).
Bantuan tersebut tidak hanya berasal dari pemerintah daerah. Sejumlah pemerintah kabupaten/kota, masyarakat, komunitas, hingga lembaga ikut menitipkan bantuan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Lima truk bantuan itu diberangkatkan dari Jawa Tengah menuju Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Selanjutnya, logistik akan diteruskan ke NTT melalui mekanisme distribusi nasional.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan pengiriman tahap kedua dilakukan karena kebutuhan masyarakat NTT masih cukup besar.
“Jumlah bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat NTT masih besar. Sebagaimana arahan Bapak Gubernur, agar bisa membantu semaksimal mungkin,” kata Bergas di Kota Semarang, Senin (31/8/2026).
Menurut Bergas, semangat membantu datang dari berbagai lapisan masyarakat. Selain pemerintah kabupaten/kota, dukungan antara lain diberikan komunitas masyarakat Tionghoa di Jawa Tengah, Koperasi Telogorejo, Indonesia Power, dan sejumlah komunitas lainnya.
Bahkan, ada masyarakat yang memberikan bantuan tanpa mencantumkan identitas.
Logistik yang dikumpulkan pun diarahkan pada kebutuhan yang paling dekat dengan keseharian warga terdampak. Untuk kebutuhan pangan, bantuan yang dikirim meliputi makanan siap saji, kornet, sarden, telur, biskuit, bubur bayi, hingga susu bayi.
Sementara untuk kebutuhan sandang dan perlengkapan dasar, terdapat popok bayi dan dewasa, pakaian baru, sarung, daster, pakaian dalam, serta perlengkapan mandi seperti sabun dan sampo.
Bergas mengatakan komposisi bantuan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.
“Bantuan kita sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di sana,” ujarnya.
Kebutuhan lauk-pauk, lanjut dia, menjadi salah satu perhatian dalam pengiriman bantuan. Hal itu diketahui setelah pihaknya mendapat penugasan dari Gubernur Jateng Ahmad Luthfi untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT.
Bantuan Tidak Langsung Dikirim ke Satu Daerah
Sesampainya di Jakarta, bantuan dari Jawa Tengah tidak langsung diarahkan ke satu kabupaten tertentu di NTT. Seluruh logistik akan mengikuti mekanisme distribusi yang telah disiapkan posko nasional.
Sejumlah wilayah di Pulau Flores seperti Manggarai, Nagekeo, dan Manggarai Timur mengalami dampak cukup besar. Namun, distribusi bantuan nantinya menyesuaikan perkembangan kebutuhan di seluruh wilayah terdampak.
“Di lokasi posko nasional di sana sudah menyediakan truk-truk distribusi yang siap dikirim ke semua daerah yang ada di Kepulauan Flores di NTT,” jelas Bergas.
Menurut dia, pola tersebut diharapkan membuat bantuan lebih cepat diterima warga sekaligus mencegah penyaluran yang tidak merata.
Di sisi lain, Pemprov Jateng masih memantau kondisi di NTT sebelum memutuskan apakah penggalangan bantuan akan kembali dibuka setelah pengiriman tahap kedua.
“Semoga saja ini bisa selesai. Harapan kita masyarakat NTT bisa pulih kembali, bisa semangat kembali,” kata Bergas.
Solidaritas Lintas Daerah
Pengiriman bantuan tahap kedua ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi agar dukungan kepada masyarakat NTT terus diperkuat.
Sebelumnya, Luthfi meminta Sekretaris Daerah Sumarno dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin berkoordinasi dengan para bupati dan wali kota untuk menyiapkan bantuan lanjutan.
“Pak Sekda dan Pak Wagub koordinasi dengan bupati dan wali kota lainnya untuk kita merencanakan tahap kedua,” kata Luthfi beberapa waktu lalu.
Ajakan untuk membantu juga disampaikan Luthfi dalam gelaran Jateng Bersholawat di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Minggu (23/8/2026) malam. Di hadapan ribuan warga, ia mengajak masyarakat mendoakan korban serta warga NTT yang masih menghadapi dampak bencana.
“Semoga saudara-saudara kita dikuatkan dan segera recovery (pulih) dari bencana,” ucap Luthfi.
Bagi Jawa Tengah, bantuan tersebut menjadi gambaran bahwa penanganan bencana bukan hanya soal pemerintah mengirim logistik. Ada kepedulian masyarakat, komunitas, dunia usaha, dan pemerintah daerah yang bergerak bersama membantu warga di daerah lain yang sedang menghadapi bencana.
Lima truk yang diberangkatkan dari Jawa Tengah pun membawa lebih dari sekadar kebutuhan pangan dan sandang. Di dalamnya terdapat pesan solidaritas dan gotong royong agar masyarakat NTT dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan setelah bencana.
Penulis : Jaka N
Editor : Shodiqin
