KARANGANYAR, Jatengnews.id – Sebanyak 149 atlet Kabupaten Karanganyar siap bersaing dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah 2026 di Semarang.
Membawa 19 cabang olahraga (cabor), kontingen Karanganyar berusaha mempertahankan capaian pada POPDA sebelumnya di tengah persaingan ketat antardaerah.
Total kontingen Karanganyar yang diberangkatkan ke POPDA Jateng 2026 mencapai 197 orang. Selain atlet, kontingen tersebut terdiri atas 48 pelatih dan official.
POPDA Jawa Tengah 2026 berlangsung pada 1-6 September 2026.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, mengatakan keikutsertaan Karanganyar dalam 19 cabor disesuaikan dengan atlet yang tersedia dan hasil seleksi masing-masing cabor.
“Karanganyar mengikuti 19 cabang olahraga karena atlet kita ada di 19 cabang itu. Seleksi atlet dilakukan oleh masing-masing cabang olahraga. Kami dari dinas tidak intervensi, keputusan cabor kami hargai,” kata Yopi, Selasa (1/9/2026).
Sebelum tampil di tingkat Jawa Tengah, atlet Karanganyar terlebih dahulu mengikuti Pra POPDA Solo Raya yang digelar di Wonogiri. Hasil ajang tersebut menjadi salah satu dasar untuk menentukan atlet dan cabor yang melaju ke POPDA Jateng.
Dari babak kualifikasi Pra POPDA, hanya sepak takraw yang berhasil meloloskan nomor olahraga yang dipertandingkan melalui tahapan tersebut. Sementara sepak bola dan bola voli Karanganyar tidak diberangkatkan ke POPDA Jateng.
“Yang lolos dari Pra POPDA kemarin hanya takraw. Sepak bola kita tidak, voli kita tidak. Yang berangkat takraw dan cabor lainnya, total 19 cabor,” ujarnya.
Andalkan Panahan hingga Pencak Silat
Karanganyar membawa sejumlah cabor yang diharapkan mampu menyumbangkan medali. Beberapa di antaranya adalah panahan, senam, pencak silat, akrobatik dan voli pasir.
Meski demikian, Disparpora Karanganyar tidak memasang target yang terlalu tinggi. Kontingen hanya ditargetkan mampu mempertahankan perolehan pada POPDA sebelumnya.
“Target kita minimal perolehannya sama dengan yang kemarin,” katanya.
Pada POPDA sebelumnya, posisi Karanganyar berdasarkan jenjang pendidikan berada di peringkat 15 untuk SD, peringkat 22 untuk SMP dan peringkat 24 untuk SMA.
Upaya mempertahankan capaian tersebut tidak akan mudah. Karanganyar harus menghadapi sejumlah daerah yang dikenal memiliki pembinaan olahraga pelajar cukup kuat, seperti Kota Solo, Kota Semarang, Kendal, Demak dan Kudus.
“Lawan terberat Solo, Semarang, Kendal, Demak, Kudus. Mereka punya sekolah olahraga dan pembinaan yang kuat,” jelasnya.
Atlet Karanganyar Tersebar di Sejumlah Lokasi
Selama mengikuti POPDA Jateng 2026, kontingen Karanganyar akan menempati empat lokasi penginapan. Dua berada di Semarang, sementara masing-masing satu penginapan berada di Pati dan Kendal.
Pembagian tempat tinggal tersebut disesuaikan dengan lokasi pertandingan. Sejumlah cabor dipertandingkan di luar Semarang, seperti senam yang berlangsung di Pati dan balap sepeda di Kendal.
Sementara pertandingan di Semarang digelar di sejumlah venue, termasuk GOR Jatidiri dan Universitas Negeri Semarang.
Dari sisi persiapan, para atlet menjalani latihan melalui masing-masing cabor. Disparpora Karanganyar memberikan dukungan dengan menyediakan fasilitas latihan dan pemusatan latihan di sejumlah tempat, antara lain RM Said, Ageng Karang dan Stadion 45.
Atlet dari jenjang SD, SMP hingga SMA bergabung dalam satu kontingen Karanganyar untuk berlaga di POPDA Jateng 2026.
Pemkab Siapkan Tali Asih Peraih Medali
Selain mempersiapkan atlet untuk bertanding, Pemkab Karanganyar juga menyiapkan bentuk apresiasi bagi atlet yang mampu meraih medali.
Disparpora Karanganyar telah mengusulkan anggaran tali asih bagi peraih medali emas, perak dan perunggu. Apresiasi tersebut juga mencakup atlet yang tampil dalam POPDA dan Peparpeda.
Namun, besaran tali asih belum ditentukan karena masih menunggu hasil akhir perolehan medali kontingen Karanganyar.
“Sudah kita usulkan di anggaran perubahan untuk medali emas, perak maupun perunggu untuk atlet POPDA dan Peparpeda,” pungkasnya.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka N
