SEMARANG, Jatengnews.id — Pariwisata Jawa Tengah mencatat lonjakan signifikan pergerakan wisatawan pada paruh pertama tahun ini.
Kunjungan ke berbagai destinasi unggulan di wilayah ini berhasil menembus puluhan juta pelancong dan pemudik.
Tingginya angka tersebut didorong oleh tingginya minat masyarakat terhadap paket kombinasi wisata cagar budaya dunia dan destinasi alam pegunungan yang tersebar di beberapa kabupaten.
Cagar Budaya dan Candi Kuno Tetap Dominasi Magnet Wisatawan
Sektor pariwisata berbasis kebudayaan masih menjadi tulang punggung utama Jawa Tengah. Kompleks warisan sejarah yang terbentang dari kawasan Magelang hingga Klaten terus diserbu pengunjung domestik maupun mancanegara.
Candi Borobudur: Tetap memegang predikat sebagai destinasi ikonik utama nasional. Keindahan arsitektur stupa serta lanskap matahari terbit (sunrise) menjadi daya tarik utama yang paling banyak diincar.
Candi Prambanan: Menjadi salah satu lokasi terpadat selama musim liburan. Selain kompleks candi Hindu yang megah, daya tarik pertunjukan Ramayana Ballet pada malam hari berkontribusi besar menarik antusiasme pengunjung.
Kawasan Cagar Budaya dan Candi Plaosan: Menjadi alternatif favorit bagi wisatawan yang mencari pengalaman lebih personal. Candi Plaosan Lor terus diminati pegiat fotografi sebagai spot matahari terbenam (sunset), sementara Candi Lumbung dan Candi Gana dilirik sebagai destinasi bersejarah tersembunyi.
Dieng Culture dan Keajaiban Alam Vulkanik
Di sektor wisata alam, kawasan pegunungan menjadi pilihan favorit untuk melepas penat dari area perkotaan. Dataran Tinggi Dieng tercatat sebagai salah satu daerah dengan tingkat kunjungan tertinggi.
Penyelenggaraan event kebudayaan berkala seperti Dieng Culture Festival (DCF) serta atraksi alam seperti Telaga Warna, Kawah Sikidang, dan Kompleks Candi Arjuna terbukti ampuh menggerakkan perekonomian warga lokal serta sektor pariwisata daerah secara luas.
Pemerintah daerah mengimbau para pengelola objek wisata untuk terus memperkuat mitigasi keselamatan dan kebersihan demi menjaga kenyamanan serta tren positif kunjungan wisatawan hingga akhir tahun.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara


