Beranda Daerah Berdayakan UMKM Desa Kembanglangit, KKNT 126 UNDIP Dorong Digitalisasi dan Penguatan Branding

Berdayakan UMKM Desa Kembanglangit, KKNT 126 UNDIP Dorong Digitalisasi dan Penguatan Branding

Program Digitalisasi UMKM menyasar pelaku usaha dengan beragam jenis bisnis di Desa Kembanglangit.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tim 126 Universitas Diponegoro mendorong transformasi digital pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kembanglangit
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tim 126 Universitas Diponegoro mendorong transformasi digital pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kembanglangit. (Foto : Dok KKN)

BATANG, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tim 126 Universitas Diponegoro (UNDIP) mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kembanglangit, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Upaya tersebut dilakukan melalui program Digitalisasi UMKM yang berlangsung pada 20–31 Juli 2026. Program ini mencakup pendampingan pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), Google Maps, digital branding, e-commerce, serta penguatan labelling dan packaging produk.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal sekaligus mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Tujuan 9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Dorong UMKM Desa Masuk Ekosistem Digital

Program Digitalisasi UMKM menyasar pelaku usaha dengan beragam jenis bisnis di Desa Kembanglangit. Mulai dari warung kopi, penjual teh dan kopi, toko pakaian, pedagang sayur, hingga usaha yang menawarkan produk khas desa.

Beragamnya sektor usaha tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi masyarakat yang dapat dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi digital.

Mahasiswa KKNT 126 UNDIP kemudian melakukan kunjungan langsung kepada calon peserta pada minggu kedua hingga ketiga pelaksanaan program. Dalam kunjungan awal, mahasiswa memperkenalkan manfaat QRIS dan Google Maps serta menawarkan pendampingan kepada pelaku usaha yang berminat.

Pendekatan secara langsung dilakukan agar digitalisasi tidak hanya berhenti pada pembuatan akun atau layanan digital, tetapi juga dipahami dan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan masing-masing usaha.

Setelah pelaku usaha menyatakan kesediaan, mahasiswa kembali melakukan pendampingan untuk membantu proses pembuatan QRIS dan pencantuman lokasi usaha pada Google Maps.

Pelaku usaha juga diberikan edukasi mengenai cara menggunakan QRIS dalam transaksi sehari-hari. Dengan praktik secara langsung, pelaku UMKM diharapkan semakin terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital.

Perkuat Identitas Produk Lewat Branding

Selain membantu UMKM masuk ke ruang digital, KKNT 126 UNDIP turut memberikan perhatian terhadap identitas dan tampilan produk.

Pendampingan dilakukan melalui pembuatan labelling dan packaging bagi produk UMKM Desa Kembanglangit. Langkah tersebut ditujukan untuk membantu pelaku usaha membangun identitas produk yang lebih kuat sekaligus meningkatkan daya tarik di mata konsumen.

Label dapat digunakan untuk menampilkan informasi serta identitas usaha. Sementara kemasan yang lebih tertata diharapkan memberikan kesan lebih menarik dan profesional.

Khusus produk khas Desa Kembanglangit, penguatan label dan kemasan juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan karakter produk lokal kepada konsumen yang lebih luas.

Pengembangan branding tersebut menjadi pelengkap proses digitalisasi. Produk dengan identitas yang jelas dan tampilan menarik akan lebih siap untuk dipasarkan melalui berbagai saluran digital.

Dengan demikian, pengembangan UMKM tidak hanya berfokus pada kemudahan transaksi dan pencarian lokasi usaha, tetapi juga bagaimana produk dapat tampil lebih menarik dan mudah dikenali.

Google Maps Bantu Usaha Lebih Mudah Ditemukan

Salah satu manfaat digitalisasi yang dirasakan pelaku UMKM adalah hadirnya lokasi usaha di Google Maps.

Sebelumnya, sejumlah usaha yang ada di Desa Kembanglangit lebih banyak dikenal oleh masyarakat sekitar. Dengan pencantuman lokasi secara digital, calon konsumen dari luar wilayah dapat lebih mudah menemukan keberadaan toko maupun tempat usaha.

Ketika konsumen mencari produk atau lokasi tertentu melalui layanan peta digital, informasi mengenai keberadaan UMKM dapat menjadi pintu awal untuk mengenal hingga mengunjungi usaha tersebut.

Sementara itu, penggunaan QRIS memberikan alternatif pembayaran yang lebih praktis dan mengikuti kebiasaan konsumen yang semakin akrab dengan transaksi non-tunai.

Bagi UMKM desa, pemanfaatan teknologi tersebut tidak harus dimulai dari sistem yang rumit. Kehadiran QRIS dan Google Maps menjadi langkah sederhana untuk menghubungkan usaha lokal dengan ekosistem digital.

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Desa

Program Digitalisasi UMKM KKNT 126 UNDIP sejalan dengan SDGs Desa Tujuan 8 melalui dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan perluasan akses pelaku UMKM terhadap sarana digital.

Program ini juga mendukung SDGs Desa Tujuan 9 melalui pengenalan teknologi serta penerapan inovasi sederhana dalam pengembangan ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Dengan pendampingan tersebut, pelaku usaha tidak hanya memperoleh barcode QRIS dan titik lokasi usaha di Google Maps, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya identitas produk melalui labelling dan packaging.

Mahasiswa KKNT 126 UNDIP bersama Dosen Pendamping Lapangan, Mj Rizqon Hasani, S.Hum., M.I.Kom., berharap berbagai langkah tersebut dapat menjadi fondasi awal bagi penguatan UMKM Desa Kembanglangit.

Ke depan, keberadaan UMKM di ruang digital diharapkan mampu memperluas jangkauan konsumen, mempermudah transaksi, serta membantu masyarakat menemukan lokasi usaha secara lebih praktis.

Penguatan label dan kemasan juga diharapkan meningkatkan daya tarik produk sehingga potensi produk lokal Desa Kembanglangit semakin mudah dikenali dan dikembangkan.

Digitalisasi dan penguatan branding pun diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem ekonomi lokal Desa Kembanglangit yang lebih adaptif, kompetitif, dan berkelanjutan.


Penulis   : Tim Mahasiswa KKN

Editor     : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version