Disdik Semarang Siapkan Aturan Outing Class, Sekolah Diminta Kunjungi Wisata Lokal Lebih Dulu

219
Foto bersama para pimpinan Dinas Pendidikan Kota Semarang dengan Pengurus Desa Wisata Jatirejo usai kegiatan sosialisasi
Foto bersama para pimpinan Dinas Pendidikan Kota Semarang dengan Pengurus Desa Wisata Jatirejo usai kegiatan sosialisasi di Kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang, Kamis (2/9/2026). (Foto: dok/JN)

SEMARANG, Jatengnews.id – Dinas Pendidikan Kota Semarang berencana menerapkan kebijakan baru terkait kegiatan outing class atau pembelajaran di luar kelas. Nantinya, sekolah di Kota Semarang yang hendak menggelar kegiatan outing class ke luar daerah akan diarahkan untuk terlebih dahulu melakukan kunjungan ke desa wisata atau destinasi wisata edukasi yang ada di Kota Semarang.

Rencana tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi potensi Desa Wisata Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, yang digelar di Kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti Tim Desa Wisata Jatirejo yang terdiri atas Shodiqin, Ninik, Nurul, dan Cherly. Mereka memaparkan berbagai potensi wisata edukasi yang dimiliki Jatirejo kepada jajaran Dinas Pendidikan Kota Semarang.

Sejumlah potensi yang diperkenalkan antara lain edukasi peternakan sapi di GFF, pengolahan kolang-kaling, edukasi menanam cabai, melukis pot bunga, serta berbagai kegiatan edukatif lainnya.

Dalam diskusi tersebut, muncul gagasan agar sekolah tidak langsung menggelar kegiatan outing class ke luar Kota Semarang. Sekolah diharapkan terlebih dahulu memanfaatkan berbagai potensi wisata edukasi yang ada di wilayah Kota Semarang.

Koordinator Satuan Pendidikan (Korsatpen) Dinas Pendidikan Kota Semarang, Santoso, S.Pd., M.Pd., mengatakan salah satu bentuk implementasi gagasan tersebut dapat dilakukan melalui pemberian izin bagi sekolah yang hendak melaksanakan kegiatan pembelajaran di luar kota.

Menurutnya, sekolah dapat terlebih dahulu melakukan kunjungan ke salah satu desa wisata atau destinasi wisata edukasi di Kota Semarang sebelum melaksanakan kegiatan outing class ke luar daerah.

“Ke depan bisa dirumuskan, sekolah yang akan melakukan pembelajaran di luar kelas setelah sebelumnya melakukan kunjungan di Kota Semarang. Desa wisata juga bisa menyiapkan atau mengeluarkan sertifikat kunjungan sebagai bukti bahwa sekolah sudah melakukan kunjungan,” ujarnya.

Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, Drs. Ali Sofyan, M.M.

Ia mengakui, selama ini masih banyak sekolah di Kota Semarang yang melaksanakan kegiatan outing class atau pembelajaran di luar kelas ke luar daerah. Padahal, menurutnya, Kota Semarang memiliki banyak potensi wisata edukasi yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pembelajaran.

“Banyak sekolah yang melakukan kegiatan di luar sekolah memilih lokasi di luar Semarang. Ke depan kami arahkan, sekitar 30 persen kegiatan-kegiatan belajar dapat dilakukan di Kota Semarang, sementara 70 persen lainnya bisa memilih kegiatan di luar Kota Semarang,” kata Ali Sofyan.

Ali Sofyan menambahkan, rencana tersebut nantinya dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam pemberian izin atau rekomendasi kegiatan outing class sekolah ke luar Kota Semarang.

Dengan demikian, sekolah tetap memiliki kesempatan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran di luar daerah. Namun, di sisi lain, sekolah juga diharapkan turut mengenal dan memanfaatkan potensi wisata edukasi yang berada di Kota Semarang.

“Kami berharap potensi yang ada di Kota Semarang juga bisa dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah. Jadi sebelum melakukan kegiatan ke luar kota, ada kegiatan yang dilakukan terlebih dahulu di Kota Semarang,” jelasnya.

Menurut Ali, kebijakan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa melalui pengalaman belajar yang lebih beragam, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian Kota Semarang.

Semakin banyak siswa dan sekolah yang melakukan kunjungan wisata edukasi di Kota Semarang, semakin besar pula potensi perputaran ekonomi bagi pelaku usaha lokal, termasuk restoran dan sektor pendukung pariwisata lainnya.

“Meskipun kontribusinya tidak besar, minimal bisa membantu meningkatkan pemasukan di Kota Semarang,” tegasnya.

Sementara itu, Shodiqin berharap rencana tersebut dapat menjadi momentum bagi sekolah-sekolah di Kota Semarang untuk lebih mengenal potensi wisata edukasi yang ada di daerah sendiri.

“Banyak potensi daerah di Kota Semarang yang bisa dikunjungi untuk kegiatan outing class, salah satunya Desa Wisata Jatirejo. Termasuk sudah banyak desa wisata di Kota Semarang yang menjadi binaan Dinas Pariwisata Kota Semarang,” katanya.

Menurut Shodiqin, pemanfaatan potensi wisata edukasi lokal juga dapat mendukung program Pemerintah Kota Semarang dalam meningkatkan kunjungan wisata di Kota Semarang.

Hal tersebut, lanjutnya, sejalan dengan upaya Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng untuk mendorong peningkatan kunjungan wisata sekaligus mengoptimalkan potensi pariwisata yang ada di Kota Semarang. (01).

Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara