
SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bakal menggelar Festival Kota Lama selama tiga hari, 4-6 September 2026. Untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas selama festival berlangsung.
Kasi Angkutan Dalam Trayek Dishub Kota Semarang, Mulyadi, mengatakan rekayasa lalu lintas terutama akan diterapkan pada sore hingga malam hari, saat aktivitas pengunjung di kawasan Kota Lama diperkirakan meningkat.
Salah satu ruas yang akan ditutup sementara adalah Jalan Letjen Suprapto. Penutupan berlaku bagi kendaraan dari arah timur yang hendak masuk menuju kawasan Kota Lama.
“Di Jalan Letjen Suprapto kita tutup untuk masuk ke arah Kota Lama kalau dari timur. Nanti yang mau melanjutkan perjalanan bisa ke kiri menuju Jalan MT Haryono maupun ke kanan ke Jalan Ronggowarsito,” kata Mulyadi saat dihubungi Jatengnews.id, Kamis (3/9/2026).
Menurut Mulyadi, rekayasa lalu lintas mulai disiapkan sekitar pukul 16.00 WIB dan diberlakukan hingga rangkaian kegiatan festival selesai.
Setelah kegiatan berakhir, arus lalu lintas akan kembali dinormalkan seperti biasa.
“Mulai mungkin jam 4 sore kita sudah mulai persiapan sampai waktunya selesai, misalkan selesai jam 9 atau jam 10 malam, nanti kita normal lagi,” ujarnya.
Mulyadi memastikan kendaraan masih dapat melintas secara normal pada pagi hingga siang hari. Persiapan rekayasa baru dilakukan menjelang sore hari.
Dishub Kota Semarang juga mengimbau masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak di kawasan Kota Lama untuk memilih jalur alternatif selama festival berlangsung.
Imbauan tersebut berlaku selama pelaksanaan Festival Kota Lama pada 4-6 September 2026, khususnya ketika rekayasa lalu lintas mulai diterapkan.
“Kepada pengguna jalan, di tanggal 4 sampai 6 kalau mungkin yang tidak begitu mendesak lewat arus Kota Lama, nanti mencari jalur alternatif yang lain,” kata Mulyadi.
Sementara bagi masyarakat yang memang memiliki tujuan di sekitar kawasan Kota Lama, Dishub meminta pengguna jalan memperhatikan rambu-rambu serta petunjuk pengalihan arus yang telah disiapkan di sejumlah titik.
Petugas Dishub juga akan ditempatkan di lapangan untuk membantu memberikan informasi kepada pengguna jalan apabila terjadi perubahan arus atau kondisi lalu lintas yang membutuhkan penanganan.
Informasi mengenai rekayasa lalu lintas selama Festival Kota Lama juga telah disebarluaskan melalui media sosial resmi Dishub Kota Semarang.
Siapkan Sejumlah Kantong Parkir
Selain rekayasa lalu lintas, Dishub Kota Semarang menyiapkan sejumlah kantong parkir bagi masyarakat yang ingin menghadiri maupun menyaksikan Festival Kota Lama.
Mulyadi menyebut beberapa lokasi yang dapat dimanfaatkan pengunjung, di antaranya Metro Point, area parkir di dalam Stasiun Tawang, parkir Spiegel, eks Hotel Aston, serta kantong parkir di kawasan Sendowo.
“Kalau memang mau melihat atau menyaksikan festival tersebut juga ada beberapa kantong parkir yang disiapkan. Salah satunya Metro Point, parkir di dalam Stasiun Tawang, parkir Spiegel, eks Hotel Aston, dan kantong parkir yang ada di Sendowo,” jelasnya.
Dishub mengimbau pengunjung untuk memanfaatkan kantong-kantong parkir yang telah disediakan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi penumpukan kendaraan di sekitar kawasan Kota Lama selama festival berlangsung.
Dengan adanya rekayasa lalu lintas, pengalihan arus, serta penyediaan kantong parkir, masyarakat diharapkan tetap dapat menikmati Festival Kota Lama dengan nyaman tanpa mengganggu kelancaran mobilitas warga lainnya.
Penulis : M Kamal
Editor : Jaka N