SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mempertimbangkan pemberian tali asih kepada keluarga pasangan suami istri (pasutri) yang meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang di Jalan Pandanaran, Kota Semarang, Jumat (4/9/2026).
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati, mengatakan pemberian tali asih tersebut menjadi salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan Pemkot Semarang sebagai bentuk perhatian kepada keluarga korban.
“Mungkin nantinya kita akan memberikan tali asih,” kata Murni.
Insiden pohon tumbang tersebut menyebabkan tiga orang menjadi korban. Dua di antaranya merupakan pasutri, yakni Christiawan Purbowo dan Susiana, yang meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya mengalami luka ringan.
Selain mempertimbangkan pemberian tali asih, Pemkot Semarang juga kembali mengevaluasi sistem pemeliharaan pohon di sejumlah ruas jalan protokol.
Murni mengatakan, pemeliharaan pohon selama ini dilakukan secara rutin sesuai standar operasional prosedur (SOP). Pohon yang mati, keropos, maupun berpotensi tumbang menjadi prioritas untuk dilakukan pemangkasan hingga penebangan.
Namun, khusus pohon yang tumbang di Jalan Pandanaran, Murni menyebut kondisi pohon tersebut sebelumnya masih tergolong sehat.
“Kalau khusus di Pandanaran, pohon itu merupakan pohon yang masih sehat. Teman-teman di lapangan juga sudah memastikan kalau pohon tersebut masih sehat,” ujarnya.
Murni mengaku terkejut ketika mengetahui pohon tersebut tumbang. Setelah mengecek lokasi bersama polisi, ia menyebut pohon tersebut tumbang hingga bagian akarnya ikut terangkat.
Menurut Murni, Disperkim telah memiliki sistem pendataan kondisi pohon yang berada di lahan milik Pemkot Semarang. Data tersebut digunakan untuk memetakan kondisi pohon, baik yang masih sehat maupun yang masuk kategori rawan.
“Kita punya datanya, mana yang sehat, mana yang rawan. Kita ada aplikasinya,” katanya.
Pernyataan tersebut berbeda dengan keterangan salah satu saksi mata yang berprofesi sebagai tukang parkir. Dalam berita sebelumnya, saksi mata Agus Rianto (47) menyebut pohon yang tumbang tersebut sudah berusia tua.
Terkait sejumlah ruas jalan ramai seperti Jalan Pandanaran, Jalan Pemuda, Jalan Gajah Mada, hingga Jalan Sugiyopranoto, Murni mengatakan kawasan tersebut menjadi perhatian khusus karena termasuk jalan protokol atau ring satu.
“Untuk jalan protokol terutama Pandanaran, Pemuda, Gajah Mada, Sugiyopranoto, jalan-jalan ring satu itu pasti kita sudah antisipasi untuk SOP pemeliharaannya,” ungkapnya.
Disperkim juga mengklaim pemangkasan dan perempelan pohon dilakukan secara berkala. Penanganan diprioritaskan terhadap pohon yang mati, keropos, berukuran besar, maupun yang berdasarkan hasil pendataan dinilai rawan tumbang.
“Sejak Januari, Februari itu kita sudah melakukan antisipasi untuk menyebar teman-teman, terutama khususnya di pohon-pohon yang rawan tumbang,” ujarnya.
Memasuki September dan Oktober, Disperkim akan kembali mengintensifkan penanganan terhadap pohon-pohon yang masuk kategori rawan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan yang diperkirakan mulai berlangsung pada akhir Oktober hingga November. (01).
Penulis: Muhammad Kamal
Editor: Shodiqin
