Beranda Daerah Semangat HPN, PLN Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan melalui Program “Kelola Sampah, Lestarikan...

Semangat HPN, PLN Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan melalui Program “Kelola Sampah, Lestarikan Alam”

Program TJSL “Kelola Sampah, Lestarikan Alam – Pengelolaan Sampah Terpadu dan Berkelanjutan Warga Meteseh, Kecamatan Tembalang.”
Pogram TJSL dari PLN terkait “Kelola Sampah, Lestarikan Alam – Pengelolaan Sampah Terpadu dan Berkelanjutan Warga Meteseh, Kecamatan Tembalang.” (Foto: Dok/PLN)

SEMARANG, Jatengnews.id – Memaknai Hari Pelanggan Nasional (HPN), PLN terus memperkuat komitmennya untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Tak hanya menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, PLN juga terus memberikan kontribusi nyata melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui program TJSL “Kelola Sampah, Lestarikan Alam – Pengelolaan Sampah Terpadu dan Berkelanjutan Warga Meteseh, Kecamatan Tembalang.” Program ini merupakan upaya kolaboratif untuk mendorong masyarakat agar mampu mengelola sampah secara terpadu, mandiri, dan berkelanjutan.

Sebagai salah satu tahapan pelaksanaan program, PLN bersama Sekolah Alam Ar-Ridho menggelar Training of Trainer (ToT) bagi para pendidik dan fasilitator.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas para trainer agar memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat ditularkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai inovasi pengelolaan sampah, mulai dari pengolahan sampah melalui metode pirolisis hingga pengelolaan sampah organik melalui sistem komposting yang terintegrasi dengan budidaya maggot dan ayam.

Pembekalan tersebut diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, para peserta ToT dapat berperan sebagai penggerak yang menularkan pengetahuan dan praktik pengelolaan sampah secara lebih luas.

Manajer PLN UP2D Jawa Tengah, Moh Khozain, mengatakan bahwa momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi pengingat bagi PLN untuk terus menghadirkan nilai manfaat bagi masyarakat melalui berbagai kontribusi yang berkelanjutan.

“Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum bagi PLN untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas manfaat kehadiran kami di tengah masyarakat. Melalui program TJSL ‘Kelola Sampah, Lestarikan Alam’, kami ingin mendorong masyarakat agar semakin mandiri dalam mengelola lingkungan. Training of Trainer ini menjadi salah satu langkah penting karena pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada masyarakat dan generasi muda,” ujar Moh Khozain.

Menurut Khozain, pengelolaan sampah merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Karena itu, PLN tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dengan pemerintah wilayah, lembaga pendidikan, komunitas, serta masyarakat sebagai penerima manfaat sekaligus pelaku utama program.

Apresiasi terhadap program tersebut juga disampaikan Lurah Meteseh, Joko Rahmantoko.

Menurutnya, pengelolaan sampah membutuhkan perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat. Karena itu, edukasi dan peningkatan kapasitas menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

“Kami menyambut baik program TJSL PLN ‘Kelola Sampah, Lestarikan Alam’ di wilayah Meteseh. Training of Trainer ini sangat penting karena memberikan bekal kepada para trainer untuk kemudian diteruskan kepada masyarakat. Harapan kami, program ini dapat membangun kesadaran dan kebiasaan baru dalam mengelola sampah, sehingga masyarakat tidak hanya membuang sampah, tetapi juga memahami bagaimana sampah dapat dikelola dan memberikan manfaat,” tutur Joko Rahmantoko.

Sementara itu, Founder Sekolah Alam Ar-Ridho, Nurul Hamdi, selaku penerima manfaat program TJSL PLN, menyampaikan apresiasinya atas dukungan PLN dalam pengembangan edukasi dan pengelolaan lingkungan.

“Kami mengapresiasi dukungan PLN melalui program ‘Kelola Sampah, Lestarikan Alam’. Training of Trainer menjadi salah satu proses penting untuk membangun kapasitas para pendidik dan fasilitator. Harapannya, ilmu yang didapat tidak berhenti pada peserta pelatihan, tetapi dapat ditularkan kepada anak-anak, sekolah, keluarga, dan masyarakat sehingga terbentuk lebih banyak agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan,” ungkap Nurul Hamdi.

Program “Kelola Sampah, Lestarikan Alam” tidak hanya berfokus pada aspek teknis pengelolaan sampah, tetapi juga pada pembangunan kesadaran dan peningkatan kapasitas masyarakat. Melalui pendekatan edukasi, pemberdayaan, dan kolaborasi, program ini diharapkan mampu membangun ekosistem pengelolaan sampah yang terpadu dan berkelanjutan di wilayah Meteseh.

Semangat Hari Pelanggan Nasional juga menjadi momentum bagi PLN untuk semakin memperkuat hubungan dengan masyarakat. Pelanggan dan masyarakat bukan sekadar penerima layanan, tetapi merupakan bagian penting dari perjalanan PLN dalam menciptakan kebermanfaatan yang lebih luas.

Melalui program TJSL ini, PLN berharap semakin banyak masyarakat yang mampu menjadi agen perubahan lingkungan. Pada saat yang sama, generasi muda diharapkan semakin mengenal, memahami, dan menerapkan pola hidup yang lebih ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Berangkat dari semangat melayani pelanggan, PLN terus bergerak menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Bersama “Kelola Sampah, Lestarikan Alam”, PLN mendorong perubahan dari Meteseh untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, masyarakat yang lebih berdaya, dan masa depan yang lebih berkelanjutan. (01).

Penulis: Shodiqin

Editor: Jaka Nuswantara

Exit mobile version