Beranda Daerah Jaga Kelestarian Kali Sipon, KKN UIN Walisongo Bersihkan Gunungan Sampah di Wonoagung

Jaga Kelestarian Kali Sipon, KKN UIN Walisongo Bersihkan Gunungan Sampah di Wonoagung

Kerja bakti bersama komunitas lingkungan mendapat dukungan armada pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak.

bersih kali kkn uin ws
Mahasiswa KKN MIT Ke-22 Posko 66 UIN Walisongo Semarang bersama Komunitas Edukasi Lingkungan (KELING) Wonoagung dan pihak terkait berfoto bersama setelah kegiatan pembersihan bantaran Kali Sipon, Minggu (16/8/2026)(Foto: Dok KKN)

Demak, JatengNews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Ke-22 Posko 66 UIN Walisongo Semarang bersama Komunitas Edukasi Lingkungan (KELING) Wonoagung membersihkan bantaran Kali Sipon yang dipenuhi gunungan sampah pada Minggu (16/8/2026).

Kegiatan tersebut mendapat dukungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Demak melalui penyediaan truk pengangkut sampah.

Kerja bakti ini dilakukan sebagai tindak lanjut audiensi dan sosialisasi yang sebelumnya digelar untuk membahas persoalan lingkungan di Desa Wonoagung, khususnya permasalahan sampah di sekitar Kali Sipon.

Mahasiswa KKN bersama anggota KELING kemudian turun langsung untuk menangani tumpukan sampah yang berada di bantaran kali.

Tumpukan sampah yang menumpuk hingga membentuk gunungan menjadi perhatian karena dapat mengganggu kebersihan kawasan Kali Sipon dan lingkungan di sekitarnya. Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk melakukan penanganan secara langsung sekaligus mencari langkah pencegahan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Posko 66 bersama anggota KELING melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah dari bantaran kali. Dukungan truk dari DLH Kabupaten Demak membantu proses pengangkutan sampah yang telah dikumpulkan dari lokasi.

Penanganan Kali Sipon tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih. Penataan kawasan setelah sampah dibersihkan juga menjadi bagian dari rencana tindak lanjut untuk mencegah bantaran kembali digunakan sebagai tempat pembuangan sampah.

Wahib Eko Julianto dari KELING mengatakan kawasan tersebut nantinya akan ditata dengan penimbunan tanah, pemasangan pagar, serta pemberian tanda larangan membuang sampah.

“Nantinya di sini akan ditimbun tanah, lalu dikelilingi pagar, dan diberikan tulisan peringatan untuk jangan membuang di sini,” ujar Wahib Eko Julianto.

Rencana penataan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya menjaga kebersihan bantaran Kali Sipon setelah proses pembersihan selesai. Keberadaan pagar dan papan peringatan juga diharapkan dapat mengurangi potensi masyarakat kembali membuang sampah di lokasi tersebut.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif dalam menangani persoalan sampah di Desa Wonoagung. Keterlibatan mahasiswa KKN, KELING, dan DLH menunjukkan bahwa penanganan lingkungan membutuhkan kerja sama berbagai pihak, baik dalam membersihkan sampah maupun mencegah penumpukan kembali.

Selain penanganan secara fisik, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan bantaran Kali Sipon menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program. Kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan diperlukan agar kawasan yang telah dibersihkan dapat tetap terjaga.

Melalui kegiatan tersebut, KKN MIT Ke-22 Posko 66 UIN Walisongo Semarang bersama KELING Wonoagung berharap kepedulian masyarakat terhadap kebersihan sungai dan lingkungan sekitar semakin meningkat. Upaya serupa juga diharapkan dapat berlanjut pada titik-titik lain yang membutuhkan perhatian lingkungan.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN MIT Ke-22 Posko 66 UIN Walisongo
Editor: R. D. Pramesti

Exit mobile version