Dinpertan Pangan Demak Gelar Pelatihan Manajemen Agribisnis Tembakau

Dinpertan Demak mengadakan pelatihan manajemen agribisnis tembakau untuk meningkatkan kapasitas petani.

DEMAK, Jatengnews.id — Dinas Pertanian dan Pangan (Dinpertan Pangan) Kabupaten Demak menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Agribisnis Tembakau di Aula Dinpertan Pangan.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan kelompok tani tembakau dari Kecamatan Karangawen, Mranggen, dan Guntur yang merupakan wilayah sentra produksi tembakau di Kabupaten Demak.

Baca juga : Video Petani Demak Protes Mafia Pupuk Subsidi

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Perkebunan Dinpertan Pangan Demak, Budi Sulistyawan, yang mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak.

Dalam pemaparannya, Budi menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas petani tembakau yang dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Demak Tahun Anggaran 2025.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong para petani tembakau agar lebih memahami manajemen usaha tani, mulai dari budidaya hingga pengelolaan hasil panen. Harapannya, kualitas tembakau Demak semakin meningkat dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujar Budi, Jumat (10/10/2025).

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber dari kalangan industri dan lembaga riset. Agung Sofani dari PT Djarum menyampaikan materi bertajuk Strategi Manajemen Agribisnis Tembakau.

Dalam paparannya, Agung menekankan pentingnya pengelolaan air melalui pembuatan saluran drainase yang baik agar lahan tidak tergenang, serta pengembangan varietas tembakau yang tahan terhadap kondisi cekaman basah maupun kering.

“Kunci utama keberhasilan agribisnis tembakau terletak pada manajemen lahan dan air. Petani harus memahami bagaimana menjaga keseimbangan kelembaban tanah agar tanaman tetap produktif,” jelas Agung Sofani.

Sementara itu, Juliana Carolina Kilmanun, dari Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler BRIN menyampaikan materi Peran Riset dan Inovasi dalam Mendukung Agribisnis Tembakau Spesifik Lokasi. Juliana mengungkapkan bahwa BRIN membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Demak dan kelompok tani dalam pengembangan teknologi pertanian.

“Kami siap berkolaborasi dalam riset dan pelepasan varietas tembakau Cerupung yang diharapkan adaptif terhadap kondisi agroklimat Demak. Dengan riset yang tepat, tembakau Demak bisa memiliki ciri khas dan nilai jual yang lebih tinggi,” ungkap Juliana.

Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif antara peserta, narasumber, dan pihak industri. Para petani tampak antusias berbagi pengalaman dan berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi di lapangan.

Baca juga : Pemkab Demak Genjot Produksi Panen Tembakau

Pemkab Demak berharap, melalui pelatihan ini, kemampuan petani tembakau Demak diharapkan semakin meningkat, baik dari sisi teknis budidaya maupun manajemen usaha tani, sehingga mutu dan daya saing tembakau Demak dapat terus berkembang di pasar nasional dan internasional. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN