KARANGANYAR, Jatengnews.id – Insan Koperasi Syariah Indonesia (Ikosindo) mendorong koperasi syariah kembali ke khittah atau konsep dasar pendirian koperasi. Dorongan ini muncul menyusul banyaknya kasus dugaan penyelewengan di koperasi berbasis syariah di Indonesia.
Ketua Ikosindo, Wawan Wikasno, menegaskan hal itu usai membuka Summit Ikosindo 2025 di Hotel Lorin Colomadu, Karanganyar, Selasa (11/11/2025).
Baca juga: Pemkab Karanganyar Kembangkan Colomadu Pusat Bisnis
Summit ini menjadi konsolidasi nasional bagi pengurus, manajer, dan pelaku koperasi syariah untuk merumuskan strategi menghadapi tantangan ekonomi.
“Beberapa koperasi yang gagal mengembalikan dana nasabah, termasuk di Karanganyar dan daerah lain, menjadi cermin lemahnya tata kelola. Hal ini terjadi karena koperasi tidak lagi melayani anggotanya, membuka usaha yang tidak sesuai prinsip syariah, dan tanpa modal yang cukup,” ujar Wawan.
Wawan menekankan, Ikosindo bertekad menjadi contoh koperasi yang amanah dan profesional.
“Koperasi syariah bisa maju tanpa mengkhianati anggota. Kunci utamanya adalah integritas dan nilai syariah,” tegasnya.
Baca juga: 177 Koperasi Desa Merah Putih Resmi Berdiri di Karanganyar
Dengan kembali ke khittah, Summit 2025 diharapkan menjadi tonggak kebangkitan koperasi syariah Indonesia, menciptakan koperasi yang tidak hanya menghimpun dana, tetapi juga menumbuhkan keadilan, keberkahan, dan kemandirian ekonomi umat.
Acara ini menghadirkan pembicara nasional, seperti Riza Zacharias, Founder Syaamil Group, dan Agus Jamaludin, Direktur BMT Fastabiq Pati, serta diskusi panel, talkshow tematik, dan penetapan rekomendasi Rakernas Ikosindo 2025–2026.(02)



