32 C
Semarang
, 1 Januari 2026
spot_img

Demak Mulai Tinggalkan Solar, Teknologi Pompa Surya Diandalkan Kendalikan Rob

Kenali Pompa Surya sebagai solusi efisien untuk mengendalikan rob di pesisir Demak dengan teknologi ramah lingkungan.

DEMAK, Jatengnews.id — Harapan baru bagi penanganan rob di wilayah pesisir Demak mulai tampak. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi mengenalkan teknologi Pompa Air Tenaga Surya (PATS) sebagai alternatif pengendalian banjir dan rob yang lebih efisien serta ramah lingkungan.

Peresmian dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin didampingi Bupati Demak Eisti’anah di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Rabu (31/12/2025).

Baca juga : Polsek Tahunan Sigap Bersihkan Tumpahan Solar

Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan, penggunaan pompa berbasis energi terbarukan ini sebagai langkah penting dalam upaya mengurangi ketergantungan pada pompa berbahan bakar minyak yang selama ini digunakan dalam penanganan rob.

Menurutnya, teknologi ini merupakan solusi jangka pendek hingga menengah untuk menjaga kawasan pesisir Demak dari ancaman banjir dan genangan air pasang.

“Pompa air tenaga surya ini yang pertama di wilayah kita. Ini bisa memangkas biaya solar, dan ke depan akan menjadi pilihan utama,” ujar Luthfi.

PATS di Sayung menggunakan dua unit pompa hybrid yang dapat beroperasi menggunakan tenaga surya maupun listrik PLN. Kedua pompa memiliki kapasitas total 2 x 125 liter per detik dan mendapat suplai energi dari 74 panel surya berkapasitas masing-masing 720 Watt peak (Wp).

Pada cuaca cerah, pompa bekerja penuh menggunakan energi matahari, sementara pada malam hari operasional dapat dialihkan ke daya listrik PLN berkapasitas 66 kVA.

Selain pompa, fasilitas ini juga dilengkapi rumah pompa dan empat unit CCTV untuk memantau operasional. Teknologi ini diproyeksikan tidak hanya mengurangi biaya penggunaan solar, tetapi juga sebagai model bagi pengembangan energi terbarukan di berbagai sektor lain seperti pertanian, perikanan, hingga perumahan.

“Energi terbarukan akan kita maksimalkan, dan ini akan kita jadikan role model di wilayah lain,” lanjut Luthfi.

Operasional serta pemeliharaan PATS dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah melalui Balai PSDA Bodri Kuto.

Kepala Dinas Pusdataru Jateng, Henggar Budi Anggoro, menyebut, proyek ini melibatkan sinergi pemerintah daerah, dunia usaha PT Trina Mas Agra Indonesia, dan masyarakat.
Henggar menjelaskan, secara total tersedia 320 panel surya namun baru 74 unit yang terpasang. Sisanya diharapkan dapat dipasang pada anggaran berikutnya agar kapasitas PATS dapat ditingkatkan.

“Masih terdapat sisa panel yang cukup banyak, mudah-mudahan ke depan dapat dialokasikan kembali untuk pemasangan lanjutan, karena masih sangat memungkinkan,” kata Henggar.

Pekerjaan pembangunan dimulai pada 16 Oktober dan selesai pada 22 Desember 2025, atau dalam waktu sekitar 68 hari. Henggar berharap operasional pompa berjalan optimal demi mengurangi risiko rob di wilayah Sayung dan sekitarnya.

Baca juga : Viral Truk Diduga Angkut Solar Subsidi di Mranggen, Polisi Tegaskan Hanya Truk Mogok

“Mudah-mudahan apa yang telah kita laksanakan ini dapat berfungsi dengan baik. Ini sebagai upaya pengendalian rob di Sayung dan sekitarnya,” pungkasnya. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN