31 C
Semarang
, 20 Maret 2026
spot_img

Hadiri Isra Mikraj di Tegal, Gus Yasin: Pemerintahan Butuh Doa Ulama agar Berjalan dalam Rida Allah

Pemerintahan ini tidak bisa berjalan sendiri. Kami sangat membutuhkan doa dan bimbingan para ulama agar setiap langkah yang kami ambil benar-benar diridai Allah SWT,

TEGAL, Jatengnews.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa roda pemerintahan tidak cukup dijalankan hanya dengan kekuatan struktural dan kebijakan administratif.

Dukungan spiritual serta doa para ulama dan kiai menjadi fondasi penting agar pemerintahan berjalan dalam rida Allah SWT.

Hal itu disampaikan Gus Yasin saat menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Haul ke-52 KH Sa’id bin Armia di Pondok Pesantren Attauhidiyyah Giren, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Sabtu (10/1/2026)|}

Baca juga: Taj Yasin Ajak Radio Jadi Garda Terdepan Edukasi Masyarakat

“Pemerintahan ini tidak bisa berjalan sendiri. Kami sangat membutuhkan doa dan bimbingan para ulama agar setiap langkah yang kami ambil benar-benar diridai Allah SWT,” ujar Gus Yasin dalam sambutannya mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Di hadapan ribuan jamaah, ulama, habaib, dan tokoh masyarakat, Gus Yasin menyampaikan bahwa jabatan publik merupakan amanah besar yang sarat dengan potensi kekhilafan. Karena itu, kedekatan dengan ulama dan majelis ilmu menjadi kebutuhan mendasar bagi para pemimpin.

“Duduk bersama orang-orang saleh seperti ini bukan sekadar hadir secara fisik, tetapi kita mencari barakah, ketenangan batin, dan ampunan Allah,” ungkapnya.

Ia juga berkelakar mengenai beragam kondisi jamaah yang hadir di majelis, mulai dari yang khusyuk menyimak hingga yang tertidur. Namun menurutnya, keberadaan di lingkungan orang-orang saleh tetap membawa keberkahan.

“Mau ngantuk atau terlelap sekalipun, insyaallah yang hadir di majelis orang saleh tetap mendapatkan rahmat dan ampunan,” ucapnya disambut senyum jamaah.

Gus Yasin berharap sinergi antara ulama dan umara di Jawa Tengah terus terjaga demi menghadirkan pemerintahan yang adil, amanah, dan berpihak pada kemaslahatan umat.

Teladan Adab dan Karamah KH Sa’id bin Armia

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Attauhidiyyah Giren, KH Khasani, mengenang sosok almarhum KH Sa’id bin Armia sebagai figur ulama yang sangat menjaga adab kepada guru dan istiqamah dalam ibadah.

Ia menuturkan, salah satu teladan besar KH Sa’id adalah ketaatan penuh kepada gurunya, KH Abu Ubaidah. Bahkan, almarhum tidak berani pulang untuk melayat wafatnya sang ayah, KH Armia, sebelum mendapatkan izin dari gurunya.

“Ini contoh adab santri zaman dulu. Sangat patuh dan tawaduk kepada guru,” tutur KH Khasani.

Menurutnya, ketaatan tersebut menjadi jalan terbukanya karamah. Salah satunya ditandai dengan kisah cahaya yang terlihat dari sosok KH Sa’id muda saat tertidur di masjid, yang kemudian mengantarkannya menikah dengan putri KH Abu Ubaidah.

Baca juga: Wagub Taj Yasin Dorong Inklusi Difabel dalam Mitigasi Bencana

KH Khasani juga mengungkapkan bahwa KH Sa’id wafat pada 20 Rajab, bertepatan dengan peringatan Isra Mikraj, sebagaimana pesan yang pernah disampaikannya semasa hidup. Meski dalam kondisi sakit, almarhum tetap menjalankan ibadah hingga menghembuskan napas terakhir saat menunaikan salat Duha.

“Beliau wafat dalam keadaan beribadah, persis seperti yang pernah beliau dawuhkan,” katanya.

Acara tersebut turut dihadiri Pj Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, Bupati dan Wakil Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman–Ahmad Kholid, para habaib, kiai sepuh, serta ribuan santri dan jamaah. Kehadiran para tokoh ini mencerminkan eratnya sinergi antara ulama dan pemerintah dalam membangun Jawa Tengah yang religius dan harmonis.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN