25 C
Semarang
, 6 Maret 2026
spot_img

Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Pati, Infrastruktur Rusak Parah

Banjir Pati akibat hujan deras mengancam infrastruktur dan aktivitas warga. Ketahui penyebab dan dampaknya di sini.

PATI, Jatengnews.id – Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan Pegunungan Muria sejak Jumat (09/01/2026).

Adapun, di kutip dari Suara.com jaringan berita Jatengnews.id, luapan sungai membawa kayu gelondongan, lumpur, dan sampah rumah tangga, memicu kerusakan infrastruktur serta mengganggu aktivitas warga di berbagai kecamatan.

Baca juga : Bupati Tegaskan Pentingnya Koordinasi Penanganan Tanggul Kritis Pasca Banjir Demak

Di Kecamatan Wedari Jaksa, aliran sungai meluap setelah tumpukan kayu besar dan sampah tersangkut di kolong jembatan. Sumbatan tersebut menghambat aliran air dan menyebabkan sungai meluber hingga ke badan jalan. Debit air meningkat cepat, memicu kepanikan warga.

Sejumlah warga terlihat berupaya menyingkirkan kayu agar aliran sungai kembali lancar. Namun hingga pagi hari, sungai masih dipenuhi material kayu dan lumpur yang terbawa dari wilayah hulu.

Pemerintah setempat menurunkan alat berat untuk membersihkan tumpukan kayu dan sampah di sungai. Proses evakuasi material ini menjadi perhatian warga yang memadati sekitar lokasi.

Sementara itu, hingga Minggu, kondisi Kali Juana masih berstatus siaga 2. Aliran air keruh bercampur lumpur mengalir deras, menandakan debit sungai belum surut. Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan karena potensi luapan masih tinggi, terutama jika hujan kembali turun.

Dampak serius juga terjadi di Kecamatan Gembong. Jembatan penghubung Desa Klakah Kasihan dan Desa Bageng putus diterjang banjir bandang. Struktur jembatan sepanjang sekitar tujuh meter itu ambruk dan kini tak bisa dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.

Putusnya jembatan memaksa warga memutar hingga beberapa kilometer untuk beraktivitas. Mobilitas warga terganggu, termasuk akses ekonomi dan layanan dasar. Selain itu, longsor tebing sungai di sekitar lokasi turut memperparah kerusakan akibat derasnya arus banjir.

Baca juga : Bupati Esti Instruksikan Penanganan Komprehensif Banjir Demak

Banjir bandang ini kembali menegaskan tingginya risiko bencana di wilayah hulu Muria saat hujan ekstrem, sekaligus menjadi peringatan serius bagi warga dan pemangku kebijakan. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN