28 C
Semarang
, 18 Januari 2026
spot_img

Serunya Mahasiswa UTM Malaysia Edukasi Wisata di Desa Wisata Jatirejo Semarang

Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa diajak mengunjungi dua lokasi unggulan desa wisata

SEMARANG, Jatengnews.id – Mahasiswa asing dari University Teknologi Malaysia (UTM) mengikuti kegiatan edukasi wisata di Desa Wisata Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Rabu (14/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program International Service Student Program (ISSP) atau KKN Internasional Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).

Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa diajak mengunjungi dua lokasi unggulan desa wisata. Lokasi pertama berada di RW 01, sentra olahan kolang-kaling. Di tempat ini, mahasiswa belajar langsung bersama pelaku UMKM setempat mengolah kolang-kaling menjadi berbagai produk inovatif seperti kerupuk, manisan, cireng, sekaligus mendapatkan edukasi dan story telling mengenai sejarah Desa Jatirejo.

Baca juga: Keseruan 30 Denok Kenang 2025 Eksplor di Desa Wisata Jatirejo

Selain itu, mahasiswa juga diajak menyaksikan sekaligus mempraktikkan proses perebusan, pengupasan, hingga pengepresan kolang-kaling bersama para pekerja lokal.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke lokasi kedua, yakni Kampung Green Fresh Farm (GFF) di RW 04, menggunakan kereta wisata (odong-odong). Di kawasan peternakan sapi perah ini, mahasiswa mendapatkan edukasi tentang perawatan sapi, pemberian pakan, pemerahan susu, hingga mengikuti cooking class pengolahan susu segar.

Sebagai informasi, Kampung GFF Jatirejo dikenal sebagai sentra peternakan sapi perah di kawasan pegunungan di Gunungpati yang menerapkan prinsip pertanian berkelanjutan.

Setelah rangkaian edukasi selesai, peserta menikmati makan siang khas Desa Wisata Jatirejo, berupa Sego Gudangan dan Oseng Kolang-kaling (Guling).

Mewakili peserta, Koordinator Anggota Halimaton Humainrah UTM Malaysia mengaku kunjungan tersebut sangat berkesan.

“Selama ini saya hanya tahu kolang-kaling dibuat manisan. Di Desa Jatirejo bisa diolah menjadi kerupuk, cireng, hingga Sego Guling. Ini sangat inovatif,” ujarnya.

Mahsiswa UTM foto bersama
Para mahasiswa UTM berfoto bersama dengan para pelaku UMKM Sikoling di Desa Wisata Jatirejo, Rabu (14/1/2026). (Foto: JN)

Hal serupa disampaikan Muhammad Izzat Syabil. Ia mengaku baru pertama kali terlibat langsung dalam proses memerah susu sapi.

“Kalau di Malaysia biasanya hanya melihat, tapi di sini bisa langsung memberi makan dan memerah susu. Sapinya juga jinak,” katanya.

Sementara itu, kegiatan ini dipandu dan didampingi oleh dua dosen pembimbing lapangan UPGRIS, yakni Prasena Arisyanto, S.Pd., M.Pd dan Shofif Sabaruddin Akbar, S.E., M.M. Keduanya berperan aktif menjembatani komunikasi mahasiswa dengan pengelola desa wisata serta memberikan bimbingan akademik selama kegiatan berlangsung.

Prasena menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari  program ISSP yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta berkontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Program ini dirancang sebagai bentuk pertukaran budaya sekaligus pengabdian internasional, sehingga mahasiswa dapat terlibat langsung dalam aktivitas sosial dan edukatif,” jelasnya.

Baca juga: Sibarista Bikin 10 Kandri Baru di Desa Wisata Jatirejo Semarang

Shofif S. Akbar menambahkan bahwa interaksi lintas negara ini menjadi pengalaman penting dalam membangun jejaring internasional serta memperkuat toleransi antarbudaya.

“UPGRIS tidak hanya memperkuat hubungan akademik dengan mitra luar negeri, tetapi juga ikut membentuk generasi muda global yang peduli terhadap isu sosial, lingkungan, dan ekonomi berkelanjutan,” tandasnya.

Tambahan informasi, dalam kegiatan KKN Internasional ini, ada sebanyak 17 mahasiswa UTM melakukan pengabdian di Desa Jatirejo mulai Selasa (13/1/2026) hingga Minggu (18/1/2026). (01).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN