KARANGANYAR, Jatengnews.id – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan penolakan terhadap rencana pembangunan proyek geotermal di Lereng Gunung Lawu, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.
Pernyataan itu disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas saat audiensi dengan Bupati Karanganyar Rober Christanto, Jumat (23/1/2026).
Baca juga: PP Muhammadiyah Tolak Proyek Geotermal di Gunung Lawu
Busyro menilai proyek ini berpotensi merusak lingkungan dan ekosistem Gunung Lawu, yang berfungsi sebagai “gentong air” bagi Solo Raya.
“Gunung Lawu merupakan gentong air di Solo Raya. Ini harus dijaga. Jika rusak, dampaknya sangat luas,” tegas Busyro.
Selain menolak, Muhammadiyah menawarkan kolaborasi dengan Pemkab Karanganyar dan LBH Muhammadiyah Jawa Tengah untuk mengawal proses hukum dan administrasi agar pembangunan tetap berlandaskan kepentingan rakyat.
“Muhammadiyah tidak hanya menolak, tetapi mengajak pemerintah menjadi mitra strategis dalam melindungi rakyat dan lingkungan,” tambah mantan Ketua KPK ini.
Baca juga: Komunitas Lingkungan Tegaskan Penolakan Proyek Geothermal Gunung Lawu
Bupati Rober Christanto menegaskan, Pemkab belum menerima instruksi resmi dari Provinsi maupun pemerintah pusat terkait proyek tersebut.
“Prinsipnya kami menunggu. Penolakan PP Muhammadiyah menjadi dukungan agar lebih peka terhadap isu lingkungan,” ujarnya.(02)






