Klaten, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar pelatihan pemanfaatan platform digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Balai Desa Ngargotirto, Senin (26/1/2026).
Kegiatan ini bertujuan mendorong transformasi digital UMKM agar mampu memperluas jangkauan pemasaran produk unggulan desa.
Desa Ngargotirto memiliki potensi ekonomi kreatif yang menjanjikan melalui berbagai produk UMKM, seperti susu kedelai, tahu, keripik tempe, tapai ketan, tapai singkong, hingga jamu tradisional.
Namun, sebagian besar pelaku usaha masih mengandalkan sistem pemasaran konvensional di pasar tradisional sehingga belum memanfaatkan potensi tersebut secara optimal.
Kondisi ini membatasi jangkauan pasar dan membuat pertumbuhan usaha cenderung stagnan.
Menjawab tantangan tersebut, Tim KKN UNDIP merancang program pelatihan pemasaran digital yang berfokus pada tiga platform utama, yakni WhatsApp Bisnis, TikTok Shop, dan Shopee.
Salah satu anggota Tim KKN UNDIP sekaligus pencetus program, Nabila menjelaskan, pelatihan ini bertunjuan untuk membekali pelaku UMKM dengan keterampilan digital yang praktis dan mudah.
“Program ini berfokus pada platform digital yang saat ini paling efektif untuk pemasaran online. Harapannya, pelaku UMKM dapat memanfaatkan teknologi secara langsung untuk meningkatkan daya saing produk mereka,” ujar Nabila.

Pemateri memberikan pemahaman kepada peserta bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi merupakan kebutuhan mendesak.
Langkah ini memungkinkan UMKM bertahan dan bersaing di tengah perkembangan pasar yang semakin dinamis.
Pemateri lalu menjelaskan karakteristik dan keunggulan masing-masing platform.
Menurutnya, WhatsApp Bisnis merupakan sarana komunikasi personal dengan fitur katalog produk dan pesan otomatis.
Pemateri menjelaskan peran TikTok Shop sebagai media promosi dan branding kreatif dengan jangkauan audiens yang luas, khususnya generasi muda.
Sementara itu, Shopee sebagai platform transaksi daring yang terintegrasi dengan berbagai metode pembayaran dan layanan logistik.
Untuk mendukung pelaksanaan pelatihan, peserta juga menerima modul panduan berjudul “Cara Membuat Akun Bisnis pada Aplikasi WhatsApp, TikTok, dan Shopee”.
Modul tersebut berisi langkah-langkah praktis pembuatan akun, pengaturan profil usaha, hingga strategi dasar pemasaran digital.
Tim mahasiswa KKN mendampingi peserta dalam proses pembuatan akun, penyusunan konten promosi, serta pengelolaan interaksi dengan pelanggan.
Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan banyak pertanyaan terkait strategi penentuan harga, pembuatan foto produk, dan teknik komunikasi dengan calon pembeli.
Salah satu pelaku UMKM, Ibu Tarti, produsen keripik tempe, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini.
Ia berharap pemasaran digital dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produknya.
Bapak Sumardi produsen tahu juga mengatakan hal senada, pelatihan ini sebagai langkah penting agar UMKM tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Ngargotirto. Kepala Desa Ngargotirto menyampaikan bahwa program pelatihan digital UMKM sejalan dengan visi desa dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis teknologi.
Ia berharap pelaku UMKM dapat konsisten menerapkan ilmu yang telah diberikan.
Program pelatihan pemasaran digital ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN UNDIP yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat desa secara partisipatif dan berkelanjutan.
Ke depan, Tim KKN UNDIP juga merencanakan pendampingan lanjutan untuk memastikan pelaku UMKM mampu mengimplementasikan strategi digital secara optimal.
Mahasiswa KKN UNDIP mendorong produk-produk UMKM Desa Ngargotirto agar tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan platform digital.
Mahasiswa KKN berharap, upaya ini dapat meningkatkan pendapatan pelaku UMKM serta mendorong kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.






